Showing posts with label informasi. Show all posts
Showing posts with label informasi. Show all posts

September 19, 2017

What to Expect When You Are Expecting (A Puppy) #1



Kalau kalian berteman dengan gue di sosmed seperti Path atau Instagram, kalian pasti tau apa yang akhir-akhir ini selalu gue postseekor anjing cute bernama Bos. Bos lahir di Jogja, tanggal 5 Juni 2016. JOGJA? Iya, Jogja. Bos adalah pendatang yang dateng ke Jakarta naik kereta api buat cari peruntungan di ibukotaaah~ Jenisnya Golden Retriever, jantan.

Bos di usia dua bulan

Bos di usia 1,5 tahun

Kenapa gue tau-tau pelihara anjing? Dari dulu gue emang udah pengen banget pelihara anjing. Tapiiiii, selalu gak diizinin. Nyokap selalu berkelit bahwa kalau pelihara anjing, ujung-ujungnya pasti dia yang sibuk ngurusin. Terus gue kuliah di luar kota, dan harapan memelihara anjing sudah hampir pupus. Akhirnya, setelah gue bisa lulus idup-idup, kembali ke rumah, dan resmi menjadi pengangguran, gue jadi super gabut. (JADI BOS CUMA HASIL KEGABUTAN LO?!?!?!) Gak. Gak gitu. Tapi kurang lebih awalnya gitu. Sekarang, lihatlah. Boro-boro gabut. Gue jadi super sibuk ngurusin si Bos gendut dan gue jadi merindukan masa-masa di saat gue gabut dan tidur-tiduran.

Btw, setelah berbulan-bulan gak ngepost, gue tiba-tiba pengen buat tulisan tentang persiapan menyambut "anggota keluarga" baru buat kalian yang juga pengen melihara anjing. Semoga setelah baca tulisan ini, persiapan kalian yang mau bisa matang dan kalian bisa hidup nyaman bareng si guguk lucu.


Di bagian pertama ini gue akan membahas...
Hal-hal penting (+ budget & where to buy!)

+ Vaksin
Bos sekarang vaksinnya udah lengkap
Nah ini harus banget! Jangan sampe gak divaksin ya, supaya gak sampe kena penyakit. Ada beberapa vaksin yang perlu dipenuhi, untuk lebih lengkapnya sebaiknya langsung tanya ke dokter hewan terdekat ya. Budgetnya sekitar Rp. 200.000,- sekali vaksin. Kayaknya sih ada dokter hewan dengan biaya vaksin lebih rendah. Silakan cari informasi ya, soalnya di tempat Bos vaksin rada pricey, bahkan pernah di atas Rp. 500.000,- buat sekali vaksin. Makanya gak mau gue tulis tempatnya. Harusnya dengan biaya vaksin segitu mahalnya, dia bisa bayar marketing buat promosi, gak usah pake blog gue yang minim pembaca ini. Dulu gue rada oon sih, udah tau mahal, gak pindah. Gue kira biaya vaksin emang segitu. Tapi ternyata... :') Sekarang sih vaksin tahunannya Bos udah ketemu dokter asik bisa dateng ke rumah di daerah Cengkareng dan harganya masuk akal. Yang butuh info, silakan email yaaaa.

+ Kandang atau pagar
Berakhir di etalase onlensop
Kalau anjing akan ditinggal di rumah sendirian, yang perlu disiapkan adalah kandang atau pagar. Terutama, anak anjing yang belum mengerti apa-apa. Kecuali, anjing yang akan kalian pelihara sudah terlatih sebelumnya. Bos sendiri pernah gue belikan kandang. Tapi, dia gak betah dan malah nangis kalau dimasukin kandang. "Cuekin aja Vit, nanti dia juga diem sendiri." HAHAHA seandainya bisa begitu :") si Bos pernah gue cuekin, tapi dia malah nangis semaleman. Heu. Gue nyerah deh. Sekarang Bos gak punya kandang, setiap hari tidurnya sama gue di kamar.. Gue merekomendasikan kalian untuk nonton video tentang gimana memperkenalkan kandang ke anjing dulu sebelum bener-bener masukin dia ke dalamnya kalau kalian gak mau kandang yang kalian beli berakhir seperti kandang Bos sekarangdijual rugi. Tapi inget, sebetah apapun anjing lo nanti sama kandangnya, jangan dikunciin di dalem situ terus, ya. Kasian. Nanti bonding sama pemiliknya juga jadi kurang (sotoy). Btw, gue salah beli kandang juga. Kandangnya kekecilan....... (dasar bego) Kalau lo mau beli kandang, perhatikan dulu seberapa besar anjing lo kelak: small, medium, atau big? Tapi kalau masih kecil banget dikasih kandang yang terlalu gede juga nggak bagus sih (cmiiw).
Gue beli:
- Kandang ukuran 90 x 60 x 75 (Rp. 700.000,-) di ACE Hardware (dan kemudian gue jual ke orang dengan harga Rp. 400.000,- *menangis*).

+ Tempat makan dan minum
Mangkok satu lagi sedang dicuci guyz
Kenapa gak pake mangkok bekas aja sih biar hemat? Tujuan gue beli yang khusus pet adalah biar gak gampang terbalik dan tumpah. Gue juga sengaja cari yang ada holder adjustablenya, supaya Bos gak perlu bungkuk untuk makan/ minum, dan bisa disesuaikan dengan tingginya.
Gue beli:
- Tempat makan dan minum stainless dengan holdernya yang terbuat dari besi (Rp. 180.000,-) di Naroopetshop (platform Shopee).
- Beberapa tempat makan dan minum plastik untuk snack (Rp. 20.000,- s/d Rp. 30.000,-) di GM Pet Shop Palem.


+ Collar, leash, dan harness
Ada namanya dongz
Waktu kecil, Bos dipakein collar yang ada lonceng-loncengnya biar ketahuan dia lagi ada di mana. Sekarang sih, dia hampir nggak pernah pake collar. Toh dia sekarang udah gede; dimanapun keliatan, ngumpet juga gak bisa ngumpet sebadan. Tapi, gue laper mata ngeliat collar diskon di ACE, gue beli deh. Kayaknya collarnya asik gitu, ada bantalannya jadi bikin nyaman. Gue juga suka beli bandana buat dipakein ke dia huehehe. Leash sebetulnya biasanya udah sepaket sama harness, tapi ya namanya n00b dalam dunia peranjingan saat itu, gue malah beli lagi. Hu. Kalau harness fungsinya untuk memudahkan kalian dalam sesi dogwalk bersama anjing kalian nantinya. Misalnya kalian gak mau beli harness, dogwalk pake collar dan leash pun bisa, tapi kadang kasian suka ketarik gitu leher anjingnya kalau belum biasa, beda dengan harness. Jeleknya, kalau pakai harness, anjing kita bisa lebih pala batu, karena beda dengan collar yang kalau dia pala batu dia yang kesakitan sendiri, harness enggak. Gue juga salah beli harness, kekecilan. Jadi, gue perlu beli harness dua kali.
Gue beli:
- Collar kecil (Rp. 20.000,-) dan harness medium (Rp. 60.000,-) serta harness besar (Rp. 90.000,-) di Laras Satwa Palem.
- Leash (Rp. 75.000,-) dan collar yang super bagus ada padsnya empuk jadi barangkali nyaman dipake (Rp. 300.000,-) di ACE Hardware.
- Bandana (Rp. 10.000,-) di abang-abang pinggir jalan.

+ Dog food
Sekarang Bos cocoknya yang ini
Cari dog food ukuran 1kg di pet shop terdekat. Kenapa 1kg aja? Karena anjing baru butuh cocok-cocokan sama makanannya. Kalau kalian udah beli sekarung gede terus tau-tau gak cocok, gimana? Lihat dulu setelah kira-kira dua atau tiga hari konsumsi. Pupnya bagus nggak? Dianya doyan nggak? Kalau nantinya udah cocok, baru bisa nyetok. Cuma, saran gue, jangan nyetok terlalu banyak, nanti malah rusak. Kalau hanya untuk makanan puppy, beli aja sekitar 2kg, bisa tahan sebulan atau lebih. Selain dog food kering kayak gini, ada juga dog food basah yang biasanya dijual kalengan dan dog food berbentuk raw meat yang biasanya dijual frozen. Yang dog food basah sempet coba, tapi ribet. Kalo yang raw, belum coba karena selain mahal, kayaknya bakal lebih ribet lagi penyimpanannya. Yaudah deh, mungkin kapan-kapan kalo udah kaya. HA HA.
Gue beli:
- Good Dog puppy rasa Beef kemasan 1.6kg (Rp. 79.000,-) di ACE Hardware. Waktu itu susah nyarinya, out of stock terus. Jadi, ganti ke..
- Alpo puppy rasa Beef + Veggie kemasan 500gr (Rp. 25.000,-) di Farmer's Market. Dan…. super gak cocok, pupnya langsung mencret, besoknya langsung ganti lagi... Bahkan sempet ada semacem belatung gitu di dog foodnya! Sampe kaget gue, mungkin itu stok kelamaan kali ya. Gue langsung underestimate sama dog food yang dijual di supermarket. Jadi, ganti ke..
- Happy Dog Naturcroq puppy kemasan 1kg (Rp. 50.000,-) atau kadang kalo gak ada stok 1kg, yang 4kg (Rp. 240.000,-) di Rick's Petshop/ Laras Satwa Palem. Rada bingung kenapa beli 4kg malah lebih mahal ya.. Tapi Bos gak terlalu doyan, makannya gak nafsu. Jadi, ganti ke..
- Nature Protection puppy kemasan 800gr (Rp. 63.000,-) atau kadang 4kg (Rp. 285.000,-) di GM Pet Shop Palem. Bagus sih, tapi lagi-lagi sering out of stock! Hu. Jadi, ganti ke..
- ProPlan Sensitive Diet yang rasa lamb kemasan 2,5kg (Rp. 200.000,-) di Purina Store (platform Shopee Mall). Ini yang dimakan Bos sekarang, udah lumayan doyan dan cocok, tapi harus dicampur daging rebus/tumis baru mau dimakan dengan lahap.

+ Semprotan anti bau
Namanya juga anak anjing, pup dan pipisnya masih suka berantakan. Ada sih, cara hemat bikin semprotannya: campur karbol dan air bersih dengan perbandingan 1 banding 10. Tapi kalau masih ngerasa kurang wangi, lebih baik beli yang khusus untuk pet. Jangan lupa diajarin pipis sama pup di tempat yang semestinya ya. Bos sih sekarang udah pinter, pipis sama pup selalu di luar rumah. Kalau lagi kebelet, dia nangis-nangis gitu minta dibukain pintu. *ibunya menangis bangga*
Gue beli: 
- Semprotan anti bau 500ml (Rp. 38.000,-) dan refillnya 500ml (Rp. 33.000,-) di ACE Hardware.



Nah, itu di atas  adalah benda-benda yang gue anggap penting. Adakah yang punya saran tambahan? Atau, ada yang punya kritik? Silakan komen aja ya. Mohon pamit undur diri.

Untuk yang kurang penting, bisa dilihat di post kedua, monggo.

What to Expect When You Are Expecting (A Puppy) #2

Lanjutan dari post pertama. Ini dia...
(btw, sori belum ada gambarnya... mudah-mudahan kapan-kapan bisa ngupdate HEHE)



Hal-hal kurang penting (tapi dipikir-pikir penting juga sih..)

+ Snack
Kadang kalau lagi rajin, gue buat snack sendiri dari apel, wortel, buncis, sosis, dan lain-lainnya. Tapi, kalau lagi males (dan lebih sering malesnya), gue suka beli snack pabrikan. Cuma jangan keseringan dikasih ya. Ini tuh kayak junk food buat anjing (gue pernah baca di mana gitu).
Gue beli:
- Pedigree Jerky Stick (Rp. 15.000,-) dan Dentastix (Rp. 15.000,-) di mana-mana. Banyak banget yang jual. Sayangnya.. Bos gak doyan, jadi lebih sering snack Pedigree berakhir di lambung anjing tetangga alias gue bagiin. He he.
- JerHigh rasa macem-macem (sekitar Rp. 25.000,-) di GM Pet Shop Palem.
- BIS Jerky rasa macem-macem (Rp. 35.000,-) di ACE Hardware.
- Snack macem-macem merk macem-macem tergantung stok di GM Pet Shop Palem langganan q (Rp. 20.000,- s/d Rp. 50.000,-).
- Dan apapun snack yang gue makan, suka dimakan dia juga. Tapi cek dulu ya, kandungannya ada yang nggak boleh dia makan nggak? Bos sih doyan banget sama ciki-cikian rasa keju.

+ Vitamin
Gue setiap hari ngasih Bos vitamin buat bulunya karena bulu dia super banyak, jadi dikasih biar jadi bagus keemasan gitu dan gak terlalu banyak yang rontok.
Gue beli:
- Virbac Nutri Plus Gel (Rp. 100.000,-) di Laras Satwa Palem. Udah jarang pake sih, karena bentuk tubenya gak asik, dari semacem timah gitu, suka pecah terus bocor. Jadinya sekarang pake..
- Maap, berhubung vitaminnya lagi habis di rumah dan gue lupa namanya, akan gue update setelah gue udah beli lagi. Pokoknya warna kuning, bentuknya tube plastik, khusus buat rambut. Harganya sekitar seratus ribuan juga. HE HE HE SORI!

+ Mainan
Percayalah, dengan memberikan anjing kalian mainan, kalian akan merasa sedikit lega. Soalnya, di usianya yang masih kecil, dia hobi banget main. Si Bos misalnya, kalau dia ngajak main dan gue lagi sibuk, gue tinggal kasih dia bonekanya. Beres deh. Meskipun akhirnya, dia suka ngajak main sambil gigit bonekanya dan ngedeket-deketin gue, minta main tug of war. Udah kurang ampuh sih. Tapi lumayan lah bisa latihan fetching juga. Banyak mainan yang gak gue beli secara khusus, misalnya boneka gue yang udah lama atau bola tenis.
Gue beli: (hanya mainan yang masih bertahan sampai sekarang ya)
- Boneka jagung panjang khusus anjing (Rp. 60.000,-) di ACE Hardware.
- Bola karet yang bisa mantul tinggi (Rp. 30.000,-) di GM Pet Shop Palem.
- Bola karet berbentuk yarn dengan lonceng di dalamnya (Rp. 55.000,-) di GM Pet Shop Palem.
- Beberapa squeaky toy merk KONG (per buahnya sekitar Rp. 185.000,-) di GM Pet Shop. Kind of pricey, tapi worth it! Super durable!

+ Shampo
Nah ini. Berhubung Bos suka mandi, maka shamponya pun boros. Gak deng. Guenya aja yang suka main air sama dia. Seru loooooh! Bos biasanya gue yang mandiin sendiri. Jauh lebih hemat daripada grooming ke salon. Cuma, setahun dua kali gue bawa dia ke salon karena ilmu gue kurang untuk bisa guntingin kuku, rapihin bulu, dan sebagainya.
Gue beli:
- VitalVeto Expert Shampo Anti-Chute (Rp. 90.000,-) di ACE Hardware.
- Kalo grooming, harganya macem-macem. Biasanya untuk anjing gede kayak Bos, paling murahnya Rp. 150.000,-, dan paling mahalnya Rp. 300.000,-. Kalo anjing kecil, tentu jauh lebih murah.


Nah. Kelar.

Kalo ada pertanyaan: "Mahal amat sih piara anjing?"
Well, gue mungkin punya sedikit mental illness yang bikin gue boros banget kalo ke pet shop. Ibaratnya, kalo masuk H&M, gue liat baju dua ratus ribu aja mikir-mikir banget kalo mau beli. Tapi, kalo masuk pet shop, mainan dengan harga yang sama bisa berakhir di kasir tanpa mikir. So, it depends. Ada banyak pilihan dog food, snack, mainan, dan kebutuhan anjing lainnya yang terjangkau, kok.

Dalam beberapa hal gue emang rada boros, dengan pertimbangan bahwa Bos adalah tipe anjing yang suka banget main, jadi kalau gue beli mainan yang murah, mainan itu cenderung berakhir rusak hanya dalam waktu kurang dari sehari. Ada harga ada kualitas kan? Jadi, sebetulnya dibilang boros juga nggak ya. Ibarat investasi aja. HE HE HE. Selain itu, Bos adalah anjing ras gede, artinya apa-apa yang dia butuh tentu aja lebih banyak daripada kebutuhan anjing ras kecil.

Intinya, you don’t have to be rich to afford a dog in your house—you only need to learn how to share. Pengemis aja ada yang hidup ditemenin anjing, jadi masa lo yang bisa akses blog gue pake smartphone atau laptop keren bilangnya nggak punya duit buat anjing lo?

Semoga bisa jadi pencerahan bagi yang membutuhkan, ya. Dapet salam dari Bos~

June 09, 2016

Untuk Mahasiswa yang Sedang Dalam Perjuangan

Halo. Akhirnya, hari ini, saya selesai ngurus revisi dan surat keterangan lulus sudah di tangan. Yay.
Tenaga udah abis bolak-balik dari tukang fotokopi - gedung A sampe berkali-kali. Kenapa sampe bolak-balik? Soalnya, saya kekurangan informasi. Sekalinya dapet informasi, cuma setengah. Jadilah waktu sampe di gedung A, ada aja yang kurang. That sucks. Jadi, tiba-tiba saya kepikiran untuk membuat tulisan khusus untuk membahas apa aja yang perlu disiapkan seorang mahasiswa yang sedang dalam perjuangan, sebelum, saat dan sesudah sidang.


Sebelumnya, perlu diketahui, tulisan yang saya buat ini didasari oleh pengalaman pribadi saya. Tulisan ini tidak saya tujukan kepada mahasiswa secara keseluruhan, melainkan hanya kepada mahasiswa program sarjana Sastra Inggris Universitas Padjadjaran, Indonesia.

Saya mengikuti ujian sidang sarjana pada tanggal 10 Mei 2016 dan selesai mengurus revisi pada tanggal 9 Juni 2016. Saya tidak dapat menjamin bahwa tidak ada perubahan yang terjadi setelahnya. Tulisan ini bertujuan untuk membantu, tapi sebaiknya tetap konsultasi ke dosen pembimbing agar tidak terjadi kesalahan.


Sebelum Sidang
  1. Daftarkan diri di jurusan. Di sana, Anda harus menulis nama beserta judul skripsi pada buku besar milik jurusan. Jangan lupa ambil formulir pendaftaran dan kartu peserta ujian.
  2. Persiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan:
    • Skripsi yang sudah disetujui pembimbing dan Prodi (Berarti, lembar pengesahan harus sudah ditandatangani pembimbing dan ketua jurusan. Saat minta tanda tangan, siapkan langsung 5 lembar dan mintalah dosen menandatangani kelimanya, karena dalam pengalaman saya, lembar pengesahan tidak boleh difotokopi/ di-scan padahal dibutuhkan 5 lembar)
    • Fotokopi KTM yang masih berlaku
    • Foto hitam putih 3x4 sebanyak 5 lembar (Pria: jas lengkap dan berdasi warna kontras/ cerah dan kedua telinga terlihat, Wanita: blazer lengkap warna kontras/ cerah dan kedua telinga terlihat. Lalu di balik foto tuliskan nama dan NPM)
    • Sertifikat TOEFL dengan skor lebih dari atau sama dengan 550 atau sertifikat TOEFL dengan skor lebih dari atau sama dengan 513, namun bersyarat, saya kurang tahu syarat lengkapnya
    • Transkrip nilai dan tanda bukti lunas herregistrasi (Dapat diunduh dari PACIS, di-print, lalu dilegalisir di SBP)
    • Surat bebas pinjaman buku dari universitas, fakultas, dan jurusan (Jumlahnya 3 surat dan pembuatannya cukup mudah, Anda hanya harus mendatangi perpustakaan terkait)
    • Fotokopi akte kelahiran
    • Kartu peserta ujian (Seperti yang sudah diambil di poin 1, kemudian tempelkan pas foto dan isikan data diri)
    • Kartu Berita Acara Bimbingan (Yang sudah ditandatangani pembimbing dan ketua jurusan)
  3. Beberapa berkas kemudian di-scan/ difoto, dan apabila sudah lengkap, diunggah ke laman pendaftaran ujian sidang sarjana. Silakan cek di sini untuk melihat apa saja berkas yang perlu diunggah. Link ini hanya berlaku bagi mahasiswa Sastra Inggris Universitas Padjadjaran. Perhatikan, saya pernah melakukan konsultasi terkait berkas yang tidak lengkap. Jika berkas yang perlu diunggah belum lengkap, sebaiknya tidak melakukan pendaftaran online, karena pendaftaran online dilakukan setelah berkas yang perlu diunggah sudah lengkap. Untuk lebih jelas, sebaiknya tanyakan ke jurusan langsung.
  4. Print-out dari berkas-berkas tersebut harus diserahkan ke jurusan beserta dengan formulir pada poin 1. Apabila ada berkas yang belum lengkap, sebaiknya tanyakan ke jurusan langsung. Bila sangat mendesak, kemungkinan akan diperbolehkan menyusul.
  5. Setelah daftar penguji keluar, segera serahkan skripsi berbentuk print-out (dengan lembar pengesahan bertanda tangan) kepada penguji dan pembimbing beserta dengan SK. Dalam pengalaman saya, SK keluar sedikit terlambat sehingga saya memberikan SK kepada penguji dan pembimbing pada hari H. Perhatikan, SK boleh menyusul pada hari H, tapi skripsi berbentuk print-out tidak.

Saat Sidang
  1. Bawa berkas yang diharuskan:
    • Tanda bukti lunas herregistrasi
    • KTM yang masih berlaku
    • Kartu peserta ujian
    • (Seingat saya hanya ini, namun sebaiknya bawalah semua berkas yang dibutuhkan sesuai dengan poin 2 sebelum sidang untuk jaga-jaga) 
    • Bawa skripsi berbentuk print-out sebagai pegangan. Buku dan jurnal pendukung juga tidak ada salahnya dibawa.
    • Yakin dan berdoa! :-)

    Setelah Sidang (dan seusai memperbaiki kesalahan skripsi pada saat sidang)
    1. Segera penuhi tanda tangan pembimbing, ketua jurusan, dan dekan pada lembar pengesahan. Sebaiknya skripsi sudah di-hard cover sebelum meminta tanda tangan ketua jurusan dan dekan.
    2. Sekalian, penuhi juga tanda tangan pembimbing pada surat kesamaan isi dan surat publikasi. Surat tersebut berupa formulir yang dapat diunduh dari PACIS.
    3. Buatlah jurnal yang kemudian diunggah di sini. Dalam pengalaman saya, jurnal tersebut merupakan skripsi saya sendiri yang saya padatkan menjadi hanya 14 halaman (dapat lebih, dapat pula kurang). Untuk panduan format penulisan, saya hanya dapat menemukan panduan milik Fapet Unpad, dapat dilihat di sini.
    4. Setelah selesai diunggah, screenshot laman jurnal.unpad.ac.id yang menyatakan jurnal Anda telah berhasil diunggah. Lalu, print screenshot tersebut.
    5. Bagilah skripsi menjadi beberapa bagian lalu diunggah di PACIS dengan pembagian sebagai berikut: (Sesuai dengan pengumuman di perpus arsip skripsi)
      • Cover
      • Daftar Isi
      • Daftar Pustaka
      • Lampiran
      • Abstrak (Indonesia dan Inggris)
      • Bab I
      • Bab II
      • Bab III
      • Bab IV
      • Bab V
      • Lembar pengesahan (Khusus yang ini harus menggunakan file hasil scan lembar pengesahan dengan tanda tangan yang sudah lengkap)
      • Tambahkan surat kesamaan isi dan surat publikasi (Yang sudah ditandatangani pembimbing)
    6. Setelah selesai diunggah, screenshot laman PACIS yang menyatakan skripsi Anda dan kedua surat telah berhasil diunggah. Lalu, print screenshot tersebut.
    7. Buatlah dua CD, CD pertama berisi jurnal dan CD kedua berisi skripsi yang telah dibagi sesuai poin 5, hanya saja tidak perlu sertakan surat kesamaan isi dan surat publikasi. Kedua CD tersebut harus diberi label yang bukan tulisan tangan.
    8. Siapkan berkas-berkas ini sebelum menuju perpus arsip skripsi: (Setelah diserahkan, nanti akan diberikan tanda terima)
      • Satu buah skripsi yang telah di-hard cover
      • CD jurnal
      • CD skripsi
      • Screenshot(s) (Hanya untuk diperlihatkan, bila perlu)
    9. Siapkan berkas-berkas ini untuk pembuatan Surat Keterangan Lulus di SBP:
      • Fotokopi tanda terima dari perpus arsip skripsi
      • Fotokopi surat bebas pinjaman buku dari fakultas dan jurusan
      • Fotokopi sertifikat TOEFL
      • Screenshot(s) dalam bentuk print-out
    10. Setelah SKL selesai, fotokopi sesuai dengan kebutuhan lalu legalisir di SBP.


    Tips Tambahan
    • Saat meminta tanda tangan ke pembimbing atau ketua jurusan, sebaiknya siapkan terlebih dulu berkas-berkas yang harus ditandatangani supaya semuanya bisa ditandatangani secara langsung tanpa perlu berulang kali mencari-cari dosen yang bersangkutan, mengingat banyak dosen yang sulit ditemui karena sibuk.
    • Saat menyerahkan berkas atau apapun, sebaiknya serahkan yang berbentuk fotokopi dan simpanlah yang asli, kecuali diharuskan untuk menyerahkan berkas asli.
    • Sebaiknya cetaklah skripsi sebanyak 2 print-out, serahkan satu kepada perpus arsip dan simpan yang satu lagi untuk jaga-jaga apabila dibutuhkan.


    Sekian. Semoga tulisan ini dapat membantu perjuangan teman-teman mahasiswa yang membacanya.
    Apabila ada pertanyaan atau anggapan bahwa ada urutan atau tips dalam tulisan ini yang keliru, silakan tinggalkan komentar agar saya bisa menjawab atau memperbaikinya.

    Terima kasih.

    Selamat berjuang!

    July 07, 2014

    Pengganggu


    Hai.

    Jadi ceritanya, gue (entah mengapa) tahun ini ikut Semester Alih Tahun atau Semester Antara (semacam semester pendek) di kampus. Gue, sampe detik ini, masih ngerasa kalo keputusan gue ini bodoh. Liburanku yang berharga dan penuh kebahagiaan telah lenyap. Lebih lagi, bulan puasa di Jatinangor berarti nggak ada yang jualan makanan dari pagi sampe jam empat atau lima sore. Oke, ada sih. Tapi cuma si gaul Jatos yang paling murahnya KFC. Hfffft. (Btw, di Jatos sekarang ada Pizza Hut!)

    Untunglah, gue cuma kuliah hari Selasa dan Kamis. Jadi, gue bisa pergi me-Nangor hari Senin dan kembali ke paribaan ibu kota di hari Kamis. Jadilah gue mendapatkan liburan di hari Jumat sampe Minggu.
    Nah, sialnya, udah cuma punya waktu libur segitu, salah satu hari Jumat gue yang cukup berharga untuk meredakan pegal-pegal di Primajasa pada hari sebelumnya diganggu oleh kehadiran penipu. Jadilah gue tergerak untuk menceritakan hal itu, supaya si penipu nggak bisa nipu siapa-siapa lagi, terutama temen-temen pembaca sekalian.

    Kronologis:

    Jam 12:15, saat mata gue hampir saja tertutup untuk tidur siang, tiba-tiba hape berbunyi, dari nomor tidak dikenal yaitu +62852676166XX. Permulaannya aja udah kampret, kan. Padahal sedikit lagi gue bisa tidur. Gue mengangkat telepon itu karena emang contact di hape gue nggak lengkap. Siapa tau itu keluarga atau temen gue. Ternyata bukan. Seseorang yang gue lupa namanya (sebut saja Zonk) tau-tau mengucapkan selamat. Katanya, gue menang sepuluh juta dari **** yang bekerjasama dengan Bank ****. Gue udah merasa itu bohong, tapi gue masih pengen ngeladenin. Jadilah..

    "Halo."
    "Selamat siang, Ibu. Dengan Ibu siapa saya berbicara?"
    "Evita."
    "Saya Zonk dari ****. Selamat ya, Bu, Anda dapat sepuluh juta!!"
    "Apa iya?" (dengan suara berat yang bete karena ngantuk)
    "Betul, Bu. Baru saja semalam ada rapat tahunan yang memutuskan Ibu menjadi orang beruntung yang mendapatkan sepuluh juta."
    "Dari mana saya bisa tau ini bener?"
    "Astagfirullahaladzim, saya, Zonk, adalah orang yang tidak akan pernah menipu siapapun. Apa Ibu merasa saya menipu? Demi Allah, Bu, ini benar."
    "Yaudah mana sepuluh jutanya?"
    "Cara untuk mendapat sepuluh juta ini adalah, Ibu tinggal menuju ATM terdekat. Telepon ini jangan diputus. Nanti saya akan memandu Ibu untuk mendapatkan sepuluh jutanya langsung." (aneh banget kan.........)
    "Nanti aja ya saya lagi ada acara."
    "Memangnya Ibu sedang sibuk sekali? Ini sepuluh juta loh, Bu. Sepuluh juta! Ibu sekarang langsung ke ATM saja. Tapi telepon ini jangan diputus ya, Bu."
    "Di-hold boleh?"
    "Astaga, jangan Ibu, nanti kalau Ibu kenapa-napa di perjalanan, saya yang dosa." (??????????)

    Udah bosen, gue pun mematikan telepon dan berniat untuk tidur kembali. Sialnya.........

    Si Zonk nelepon mulu! Mungkin dia nggak rela pulsanya yang udah kepake beberapa menit nggak berbuah apa-apa. Untunglah di hape gue, ada fasilitas Call rejection. Demikian cara mengaktifkan fasilitas itu (beserta screenshot):

    1. Masuk ke Settings, pilih tab My Device.
    2. Pilih opsi Call.
    3. Pilih opsi Call rejection.
    4. Pilih opsi Auto reject list.
    5. Pilih Create, lalu ketikkan nomor yang mau di Auto-reject.
    Endingnya, karena iba sama si Zonk yang gagal nipu, gue pun mengirimi SMS dengan kata-kata sok baik.

    .
    Setelah menceritakan kejadian tersebut ke orang tua, gue dimarahin. Harusnya gue langsung matiin hape sesaat setelah si Zonk mulai ngomong. Soalnya, ada banyak oknum yang bisa melakukan hipnotis lewat telepon. Kalo aja gue nekat ke ATM sambil tetep teleponan sama Zonk, bisa aja saldo gue yang sedikit itu jadi makin sedikit. :-(

    Jadi, gue saranin, jangan pernah meniru kelakuan bego gue. Jangan-jangan gue tetep ngeladenin si Zonk aja udah termasuk kena hipnotis? Entahlah. Kalopun elo suatu hari mendapat telepon yang bernada sama, sebaiknya elo bertanya ke Call Center dari merk yang disebutkan si penelepon. Atau, coba aja, kalo elo pengen coba-coba karena saldo di ATM lo emang kosong (jadi untung-untungan, gitu, soalnya nothing to lose juga)... tapi nggak gue sarankan sih.

    September 09, 2013

    Ketiga


    Intro: Ketiga? Lo jadi orang ketiga? Emang udah ngerasain jadi tokoh yang pertama? #heningpanjang #tolongvitinibukaninstagramjadigakusahpakehastag

    Tons of sorry for being such an irresponsible blogger.

    Oke, udah berapa bulan gue nggak berkoar-koar disini? Satu? Dua? Tiga? Tolong jangan rajam aku..


    Oh iya. Terima kasih ya buat siapapun yang mention, sms, bbm, nanya langsung, ataupun nanya di dalem hati perihal mengapa blog ini gue telantarkan berbulan-bulan. Aaaaah, I love you guys! Gue tau dalam lubuk hati kalian yang terdalam, kalian merindukan tulisan gue. *buang ingus*


    Udahlah ya, lupain aja. Poin yang terpenting adalah kehadiran gue saat ini, bukan? *dihajar massa* Btw, selamat bulan September guys! Sejak bulan lalu, gue resmi punya adik angkatan. Serem? Iya. Kayaknya baru aja nyari-nyari kosan, eh tau-tau udah setahun mengembara di Jatinangor dan kosan dipenuhi maba yang tidak seangkatan sama gue. Intinya: gue udah bukan maba, gue udah semester tiga. Selain punya adik angkatan, gue juga lupa mengumumkan bahwa tahun ini gue kedatangan tiga orang adik sepupu baru—satu cowok dan dua cewek. Those babies (Puji Tuhan) gak nangis kalo gue gendong. Bangganya.. Gendong bayi itu enak, soalnya mereka itu wangi dan anget, kayak Dunkin Donuts baru dibeli. Yang penting sih jangan gendong mereka saat mereka gak pake pampers.


    Akhir-akhir ini otak gue emang lagi sulit dioperasikan, mungkin karena liburan (yang kata orang-orang) kepanjangan? Menurut gue pribadi, tidak akan pernah ada liburan yang terlalu panjang. Gue mencintai liburan seperti hutan mencintai hujan. Terutama saat gue udah merasakan hidup jauh di sebuah ‘pedalaman’ bernama Jatinangor. Sumpah, gue nggak tau apakah ada orang yang pernah ngomong kayak gini, yang jelas kalo ada yang pernah ngomong, dia bener: You’ll never know what you have until you don’t have it anymore. Ya, tapi gak bener 100% sih, bener 50% aja. Soalnya, dari dulu, gue udah bersyukur bisa tinggal serumah dengan orang-orang yang dipilihin Tuhan buat jadi keluarga gue. Cuma, setelah tinggal jauh dari mereka—I still have them, anyway—gue jadi semakin bersyukur aja punya mereka. Gue bersyukur karena gue masih punya alasan untuk pulang ke Jakarta. Gue bersyukur karena gue masih bisa ngerasain kayak gimana rasanya kangen. Gue bersyukur karena gue masih punya orang-orang yang memacu semangat gue untuk bikin mereka bersyukur juga karena mereka punya gue.


    Jujur, gue sering ngerasa bersalah sama orang-orang yang gue tinggalkan di rumah. Rumah pasti sepi atau mungkin rame karena mereka berpesta merayakan kepergian gue? Ah gak mungkin. Apalagi buat adik gue, gue sering ngerasa gak adil. Dulu, waktu gue seumuran dia, setiap gue bangun tidur, selalu ada dia. Setiap gue pulang sekolah, selalu ada dia. Gue ngerasa jahat karena sekarang, setiap dia bangun tidur, nggak selalu ada gue. Setiap dia pulang sekolah, nggak selalu ada gue juga. Sedih.. Tapi biarpun begitu, gue yakin, dengan adanya gue di tempat yang jauh dari dia saat ini, gue akan bisa memberikan dia sesuatu yang ‘lebih’ daripada sekadar kehadiran gue disaat dia bangun tidur atau pulang sekolah. Amin!

    Buat maba Unpad yang barangkali nyasar ke postingan entah berantah ini; halo! Rame ya Jatinangor? Makanya doain gue cepet lulus dong, biar paling enggak oksigen di Nangor nggak habis karena jatah buat satu orang udah nggak diitung lagi berhubung orangnya pulang ke Jakarta. Muehehe. Buat maba-maba lainnya, selamat datang di kehidupan perkuliahan. Sudah berapa kali kalian berpikir pengen balik jadi anak SMA lagi?

    Para maba menyerbu... (credit: PRABUnpad)


    Makasih ya, buat siapapun yang dengan kehendaknya sendiri atau tidak (yang pasti dengan kehendak Tuhan), mampir dan baca-baca blog ini. Semoga gak nyesel dengan keputusan lo itu.

    Pamit undur diri dulu. Sampai jumpa di cerita berikutnya, dimana gue akan menceritakan beberapa film yang gue tonton belakangan ini ditambah dua film yang baru 'akan' gue tonton. Jangan pernah lelah menunggu post baru di sini ya.

    Adios!

    April 17, 2013

    Pamer

    Hari ini adalah hari paling tidak produktif sejauh ini. Gue baru berhasil tidur jam setengah lima pagi dan baru bangun jam satu siang. Untunglah hari ini tidak ada kuliah maupun UTS. Bangun tidur, gue nyalain laptop dan belum dimatiin sampe sekarang. *pukpuk laptop*
    Bodohnya, gue tidak berpikiran untuk belajar buat UTS. Gimana ini..... gue gak mau semester dua se-naas semester satu. Doain UTS gue ya temen-temen.. :-|

    Daripada gak produktif sama sekali, gue memutuskan untuk membuat posting baru. Two posts in a row nih muehehe. Gue mau pamerin yang baru di kamar gue; dua buah poster dan satu set wallsticker;




    Sekarang tembok kamar kos nggak sepi-sepi banget. Mihihi. Btw, satu set wallsticker itu harganya cuma tujuh ribu lima ratus rupiah di toko alat tulis deket kosan gue. Untung gue nggak tergiur untuk beli di online shop yang jual dua puluh ribuan. Fyuh. Dan sebenernya dalam satu set wallsticker itu ada yang bentuknya menara Eiffel. Tapi begitu gue pasang.... kamar gue mendadak jadi terlalu... aneh. Di bayangan gue, yang suka Paris-Parisan itu ya cuma cewek-cewek yang kadar 'cewek'-nya kebangetan, yang dari garskin sampe binder semuanya motif Paris. Gue merasa awkward ngeliat stiker Eiffel itu, jadi gue copotin deh. Dan jadi keren.

    Akhir-akhir ini gue sedang senang sekali main Nyanicorn, game yang seperti game anak-anak, tapi asyikkkkkkkk. Mau coba? Klik: Nyanicorn. Sejauh ini skor gue yang paling tinggi baru 30.000an. Sedih.

    Dan.... late post sih, tapi ini gue masukkan foto ulang tahunnya Nyokap gue pada tanggal 12 April silam. (Happy birthday!!!!!<3)



    Di ultah Nyokap itu, gue akhirnya beliin kado yang agak mahal. Soalnya sekarang gue dapet duit bulanan, lumayan lah bisa nabung sedikit-sedikit. Biasanya sih gue selalu beli di Gramedia atau Intermedia, entah itu buku resep atau apalah. Tapi kemaren gue belinya gak di Gramedia, tapi Lazada. Web yang jual barang secara online ini emang trusted banget. Kado Nyokap datang dalam keadaan sehat walafiat. Gratis ongkos kirim, pula. :P

    Oke. Udahan dulu. Jadi hari ini ceritanya gue mau tidur di bawah jam 12 malem. See you in the next post, soon!

    April 04, 2013

    Kesibukan Maret 2013

    Halo, sesuai dengan janji gue pada post sebelumnya, di post ini gue akan menjelaskan apa saja kesibukan gue di bulan lalu, sampe-sampe nggak bisa ngepost.

    Dan jawabannya adalah.......................... nggak ada.

    Semua kesibukan yang seharusnya udah lewat dari bulan Maret itu, pada mundur ke bulan April. Daripada gue ngulur-ngulur waktu dan baru cerita bulan Mei, gue menyempatkan diri untuk menulis malam ini. Iya, khusus buat kalian para pembaca budiman dimanapun kalian berada.

    Pertama. Seharusnya gue melaksanakan Makrab Sasing 2012 sebagai panitia di divisi dekorasi. Namun karena beberapa alasan, acara yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2013 tersebut diundur ke tanggal 11 April 2013. Padahal gue udah bahagia membayangkan bulan April tanpa dihantui bayang-bayang Makrab...... #okesip

    Kedua. Seharusnya gue melaksanakan pengambilan gambar, atau istilah terkenalnya, syuting. Gue bergabung dengan salah satu UKM di fakultas gue sekarang, dan UKM itu bergerak dalam dunia perfilman. Sebagai script writer teladan, gue membuat naskah sesuai dengan ide cerita teman seangkatan gue dengan ngebut. Ya, namanya juga film pendek, sih.. Naskah itu udah siap dan matang pada tanggal 12 Maret 2013, loh. Seharusnya syuting dilakukan pada tanggal 20 Maret 2013. But then, another shit happens. Diundur menjadi tanggal yang masih belum jelas. Pokoknya kalo itu film jadi, gue (pasti) bakalan pamerin di sini dan sekalian gue berikan naskahnya, siapa tau ada yang pengen ngeliat naskah film itu kayak gimana, cuma sekedar mau berbagi. Tapi tunggu filmnya rampung dulu, ya! Ini gue berikan hadiah logo UKM gue:

    Ketiga. Ini sih bukan merupakan hal yang gue undur, malah gue kebanyakan ngejalanin hal ini di bulan Maret. Iya. Gue kebanyakan pulang. Awalnya, gue bertekad untuk hanya pulang ke Jakarta satu kali dalam satu bulan. Bulan lalu gue pulang dua kali.. I broke my own promise, yet I didn't feel sorry. :p

    Oh iya. Adik kesayangan gue menderita penyakit tipes sejak Kamis, 28 Maret 2013. Sampai post ini dibuat, dia masih dirawat di RSPI. Gue mohon doa kalian untuk kesembuhan my luph, ya, teman-teman sekalian. Gak perlu doa, deh. Kalian ngucapin, 'Semoga cepet sembuh ya adiknya Evita' di dalam hati pada saat ini juga aja, gue udah berterima kasih. :'D

     Infusannya pake stiker beruang..

    Udah. Yang bikin gue males ngepost bulan Maret sebenernya cuma tiga itu aja. Kecewa karena 'kesibukan' gue tidak sesibuk yang kalian kira? Maapin saya, ya. Sebagai bonus, gue memberikan kuis menarik yang asyik dan sering sekali kita mainkan sewaktu mudakecil. Lumayan, bisa nostalgia dan iseng-iseng berhadiah, gratis pula. Tinggal klik---> KUIS BONUS.

    Sampai disini dulu, ya. Sampai jumpa di lain waktu. Maap juga, pikiran lagi keruh, lagi gak bisa bikin post bagus-bagus. :')