Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
October 29, 2015
You've Rocked Your Roll
You've seasoned the flavor of your smile just in the right amount,
how could I not fall for it in the first taste?
- Evita (who is currently craving for sushi), October 29th.
March 08, 2015
"Jangan cepat habis, ya."
"Kamu itu kayak makanan paling enak di piringku—sengaja aku simpan buat dinikmati belakangan. Lalu aku konsumsi sedikit demi sedikit, supaya gak cepat habis."
-Evita, 2012.
July 25, 2012
Kamu & Telingamu
Aku suka
saat kamu mendengarkan aku
Hingga muncullah
sebuah pertanyaan
Sebenarnya yang aku sukai itu
kamu atau telingamu?
Untunglah aku sadar
yang aku suka itu kamu!
Sebab didengarkan oleh telingamu,
akan jauh lebih bermakna
Ketimbang
didengarkan oleh telinga orang lain.
June 30, 2012
Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
-Sapardi Djoko Damono
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
-Sapardi Djoko Damono
April 30, 2012
Tidak (Mau) Tahu
Aku tidak tahu
mengenai
bagian apakah pada dirimu
yang membangkitkan keposesifanku.
Aku tidak tahu
sejak kapan
aku mulai merasa memilikimu
padahal tidak.
Aku tidak tahu
kenapa aku jengah
saat orang yang dekat denganmu
bukan aku.
Aku tidak tahu
apakah ini salah
atau benar
tidak mau tahu, malah.
-Evita
(di lubuk hati terdalam gue sama sekali tidak mau menyatakan puisi ini sebagai puisi cinta, tapi kalau kalian merasa ini puisi cinta, ya tidak apa-apa.)
mengenai
bagian apakah pada dirimu
yang membangkitkan keposesifanku.
Aku tidak tahu
sejak kapan
aku mulai merasa memilikimu
padahal tidak.
Aku tidak tahu
kenapa aku jengah
saat orang yang dekat denganmu
bukan aku.
Aku tidak tahu
apakah ini salah
atau benar
tidak mau tahu, malah.
-Evita
(di lubuk hati terdalam gue sama sekali tidak mau menyatakan puisi ini sebagai puisi cinta, tapi kalau kalian merasa ini puisi cinta, ya tidak apa-apa.)
Subscribe to:
Posts (Atom)



