July 12, 2012

Baik


Halo!
Gue habis dari Jatinangor lho, kemarin, ke tempat gue akan menghabiskan beberapa tahun ke depan sambil menuntut ilmu di Universitas Padjadjaran, Sastra Inggris. Semoga cepet wisuda ya gue, doain!!!
Jatinangor itu.... dingin! Puncak mah kalah dingin. Lucky me, gue tidak perlu mencari kos-kosan ber-AC. Gue berencana menghabiskan satu tahun ke depan di sebuah kos-kosan bernama Wisma Yonita, Ciseke. Too bad, di sana tidak tersedia wi-fi. Paling-paling gue bakal sering ke Jatos buat wifi-an. Selamat datang kehidupan serba irit!!!!!


Oh ya. Sekedar iseng. Barusan gue membuka twitter gue. Di timeline, ada sebuah tweet yang kurang lebih berbunyi:
Buat apa jadi orang baik, tapi tetep dibilang jahat. Mendingan jahat, jahat aja sekalian!
Bukannya bermaksud menggurui atau gimana, gue cuma mau memberikan opini gue soal berbuat baik. Diharapkan tidak membuat pihak manapun tersinggung. :-)

Menurut gue, hanya karena seseorang bilang kalo lo jahat, bukan berarti lo bisa menjadi jahat juga. Bingung? Jadi gini... sebut saja si A. Kalo emang pada dasarnya A emang mau berbuat baik, omongan orang seperti itu tidak akan bisa membuat A jadi tidak berbuat baik. Kalo hanya karena omongan seperti itu A menjadi jahat, berarti dari awal A emang tidak berniat untuk berbuat baik.

Lebih-lebih lagi, kita itu berbuat baik buat siapa sih? Kalo gue pribadi, gue melakukan hal yang gue anggap baik itu ya buat menyenangkan hati Tuhan. Karena tujuan gue seperti itu, mau dibilang orang-orang jahat atau apapun, gue tidak akan goyah, apalagi gue tau memang berbuat baik itu bakal menyenangkan hatiNya. Dengan pondasi seperti itu, gue tidak akan sakit hati meskipun niat baik gue tidak disenangi orang—gue lebih peduli sama apa kata Tuhan dibandingkan kata orang-orang sedunia.

Seperti kata-kata yang gue kutip dari retreat terdahulu; “Kita adalah apa kata Tuhan, bukan apa kata manusia”. Kalo menurut Tuhan itu baik dan benar, buat apa lagi sih, peduli sama kata orang-orang? Manusia—teman, sahabat, pacar, bahkan keluarga lo sendiri—selalu memiliki kesempatan untuk membuat lo kecewa. Tapi yakin deh, Tuhan itu selalu menyenangkan hati lo & tidak akan pernah membuat lo kecewa. Berarti yang paling asik itu ya, selalu dekat sama Tuhan. :-}

Sekian dulu ya. Mohon maaf bila ada pihak yang tersinggung. Mungkin dengan posting ini pihak tersebut bisa mengurungkan niatnya untuk menjadi jahat, kali ya. Soalnya dunia ini butuh orang baik, bukan orang jahat. Jadilah yang berguna untuk dunia dengan cara mudah—berbuat baik!

Selamat malam!

July 07, 2012

Surprise!


I DON’T KNOW HOW MANY TIMES I SHOULD THANK GOD. HE SAVES ME ALL THE TIME! ENDLESS THANKS FOR YOU, GOD. REALLY:-)
Hi, there!
God has just saved me again, you should know this fact. SAYA LOLOS SNMPTN!!!

...Yah, meskipun pilihan kedua, tapi ini rasa senengnya gak habis-habis sampai sekarang lho!

Gimana gak seneng.....anak semalas dan sesantai gue, bisa diterima sebuah perguruan tinggi negeri sekelas Universitas Padjadjaran
Hmm, apalagi sih nama yang tepat buat kondisi ini selain kuasa Tuhan?

Awalnya, gue mendaftar SNMPTN jalur undangan. Dan........gue ditolak. Yah, namanya juga anak asal-asalan, gue memilih pilihan yang sama saja dengan bunuh diri. Jurusan yang gue pilih di jalur undangan, keempatnya adalah jurusan favorit. Gue pun terdepak. Sempat sedih sih, tapi kesedihan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Gue lalu mencoba untuk bangkit. Yeah! Di SNMPTN jalur tertulis, gue mulai realistis, memilih jurusan yang (istilahnya) sesuai lah sama kemampuan gue. Dan Tuhan menghargai ke-realistis-an gue ini. Mihihihuhahehahehohihuhehehehe (ketawa sangat bahagia, makanya agak tidak jelas).

Gue ingat bagaimana debaran jantung gue jelang pengumuman kelulusan SNMPTN. Rasanya kayak ngobrol sama Hitler. Ngeri. Hari itu, 6 Juli 2012 (Ya, pengumuman SNMPTN dimajukan sehari dari jadwal seharusnya), kira-kira jam tujuh malem (Ya, gue sedang tidak ada di rumah), gue masih di jalan pulang dari rumah nenek bersama adik gue. Sempet ke Alfamart juga, beli hansaplast dan es krim. Menuju rumah, gue berkata dalam hati, ‘Tuhan.... apa aja yang Tuhan kasih, Evita terima kok, Tuhan. Kalo masuk, ya terima kasih banget, tapi kalo enggak masuk, Evita bakalan tetep cinta sama Tuhan, kok.’. Yap. Gue pasrah sepasrah-pasrahnya. Dan.................aduh mau nangis nih gemeteran banget waktu ngeklik ‘Cari’, dan yang keluar....


Senang sekali rasanya, sekarang kalo ditanya kuliah dimana, bisa menjawab, “DI UNPAD!” dengan mantap. Kalo ditanya jurusan apa, gak bingung-bingung lagi, sudah bisa menjawab, “SASTRA INGGRIS!” dengan mantap. (Ini seakan-akan yang nanya komandan angkatan perang, ya..)

Tapi rasa senang ini bakalan kalah sama rasa senang nanti, waktu teman-teman yang belum lolos SNMPTN lainnya, sudah berhasil masuk perguruan tinggi negeri lewat jalur mandiri. Ditunggu ya, teman-teman! Kalian pasti bisa bikin saya tambah seneng! (Emang apa untungnya bikin gue seneng?) (Ya...... adalah untungnya........ mungkin.)

June 30, 2012

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.


-Sapardi Djoko Damono
 

June 29, 2012

Year Book

Have you seen the yearbook of 33'12....yet?








So, what do you think? Don't you love it? =D



And.....this is the bonus. The committee!















And let me introduce them all, from left to right. (The very nice of me!)(..........It was actually because I didn't have anything to do.)
First row (standing): Ambya--Marini--Lorenzo--Me--Aldy
Second row (kneeling): Archan--Yusuf--Samuel--Arief--Feraldo
Third row (sitting): Fina--Disty--Unka--Thiko--Meylia

I'm feeling lucky to work with y'all, friends!!

P.S. Clicking on a name will bring you to his/her twitter profile.

June 17, 2012

Pemenang

Halo. Selamat hari Minggu!

Setelah resmi lulus SMA, resmi jugalah gue menjadi pengangguran.
Kalo ditanya, "Mau kuliah dimana?", gue cuma bisa cengar-cengir doang.

Tapi itu dulu (beberapa hari yang lalu, sih). Lalu...?
Face the reality. Gue ditolak SNMPTN Undangan. Sekarang, gue sudah menjalani serangkaian SNMPTN tertulis yang memabukkan itu, dengan memilih FIB UI & Unpad. Gue sudah berserah sepenuhnya, semuanya silakan Tuhan saja yang mengaturkan jalan.
Permasalahan jurusan, jurusan yang gue pilih itu kayaknya agak favorit deh. Peminatnya ribuan, sementara bangku yang tersedia di bawah 30.
Tapi.... mengutip kata-kata Raditya Dika, gue adalah pemenang. Lebih tepatnya, sperma yang menjadi pemenang.

Sewaktu gue masih berbentuk sperma, gue memperebutkan satu ovum bersama ribuan sperma lainnya. Dan gue menang. Gue yang berhasil masuk ovum itu!
Camkan ini: GUE ADALAH (sperma yang menjadi) PEMENANG!
Gue tidak boleh takut. Dari sebelum lahir aja, gue udah menang dari ribuan lawan. Padahal waktu itu gue bentuknya cuma... (ehem). Apalagi sekarang? Hidup!

Gue sekarang sedang berniat mendaftarkan diri di beberapa universitas swasta di Jakarta, jurusan desain! Wooohoooo! Doakan, ya.
Oh ya, buat temen-temen yang masih menggalaukan universitas (ya..mungkin aja masih ada), saran gue, stop aja galaunya. Gue aja bisa, kalian pasti bisa juga, kok. Mungkin itu emang galau berkualitas ya? Tapi gini deh. Makanan yang berkualitas aja, kalo kelamaan dibiarin, bakal basi, kan? Bakalan hilang kualitasnya. Nah, daripada nanti 'galau berkualitas'nya jadi 'galau tidak berkualitas', mendingan berhenti.
Semua pasti sukses!
Btw, jangan jijik baca post ini. Kita kan sperma yang menang, masa jijik baca kata 'sperma'? ._.v

Salam pengangguran <3