September 02, 2012

Kuliah Perdana


Please say hello to Jatinangor; and goodbyeuntil we meet again to Jakarta.

I left my hometown at 6 A.M. and arrived here at 10 A.M. by car, also accompanied by my lovely family. After we had lunch together, they should go back to Jakarta before noon—because traffic always happens in the evening. So here I am, alone, far from the people I love—but still, near with my loyal God. In a couple of hours, I have missed my home—where the people I love live—already. But this is not a goodbye. This is until we meet again. I promise, ASAP!

Gue bakal memulai studi di Universitas Padjadjaran.......besok. Yak. BESOK. KULIAH PERDANA. Tentu saja bakal berbeda 180 derajat dari kehidupan perkuliahan yang ada di ftv-ftv.

Gak bakal ada; gue lagi jalan kaki, terus ketabrak mobil mewah. Gue marah-marah, si pemilik mobil keluar—cowok cool. Tapi demi harga diri gue bakal tetep marah. Tiba-tiba ternyata kita sekelas. Tiba-tiba ternyata kita sekelompok. Dan banyak tiba-tiba lainnya, hingga 2 jam kemudian(as seen on tv) kita jadian. Gila banget.

Dan gak bakal ada; gue lagi lari-lari di koridor, tiba-tiba nabrak seorang cowok yang bawa segunung buku. Gue bantuin dia mungutin bukunya, terus gak sengaja tangan kita bersentuhan. Paling lama, 3 jam kemudian(again—as seen on tv) kita jadian. Gila banget. Gila banget-bangetan.

Yang ada; gue bakal stres nyari kelas. Kelas aja gue belom tau. Sumpah. Kenal temen sekelas aja, cuma kenal muka. Mampus. Double mampus. Malah katanya ada kuliah umum di gedung rektorat, lah. Ini kenapa dunia tidak semanis ftv sih??? Ditambah lagi, gue tidak dibekali sepeda motor kesayangan gue(oke, sebenernya gak sayang-sayang amat sih). Gue harus jalan kaki. IYA. JALAN KAKI. Terus naek angkot gratis/ odong-odongnya Unpad.

Pokoknya ada satu makna yang bisa diambil dari post yang tidak berbenang merah ini. Ada satu. KULIAH PERDANA TERDENGAR SANGAT HOROR. SANGAT-SANGAT HOROR. Gue cocoknya masih pake seragam putih abu-abu deh kayaknya, duduk-duduk seenaknyamanis di koridor sekolah, ngerjain orang yang lewat dengan bilang, “Woy! Seleting woy!”, tidak perlu tahu apa itu IPK, SKS, KRS, HIV, AIDS, dan sebagainya.

 Nongkrong-nongkrongduduk-duduk di koridor
Foto-foto
Foto-foto lagi
Foto-foto lagi-lagi

Tapi yang namanya waktu, ya nggak bakal bisa diulang. Yang udah terjadi, pilihannya tinggal dua; diteruskan sebaik-baiknya sampe orang tua bisa bangga, atau, ditinggalin dan nyusahin orang tua. Gue memutuskan pilihan pertama lebih baik. Gak mungkin juga tiba-tiba seenak jidat gue bilang, “Gak jadi kuliah di sini, ya,” hanya dengan alasan lemah, nggak bisa jauh dari keluarga, padahal uang belasan juta rupiah—hasil keringat ortu—telah mereka investasikan di sini, di tempat gue mencari bekal buat masa depan. #tsahh

Duh. Postnya makin ngalor-ngidul gini.
Dah! (kabur)

August 28, 2012

Sibuk Merindu


Hello, time’s counting down so fast right here. Day-4 for leaving Jakarta..

Btw, maaf ya, gue udah menelantarkan blog ini begitu saja untuk waktu yang cukup lama. *bersihin debu* Modem off ±1 bulan, dan jadwal gue juga udah bener-bener full bulan Agustus. Dimulai dengan serangkaian ospek universitas, disusul ospek fakultas lalu ospek jurusan untuk 3 bulan ke depan. Rasanya pengen jadi anak SMA untuk selamanya.......................... ditambah ketemuan-ketemuan dengan temen-temen yang nantinya bakal gue tinggalin untuk waktu yang nggak sebentar; ikut bukber dimana-mana--padahal gak puasa; dan baru saja gue berlibur bersama keluarga tercinta. I’m going to miss this moment and also these people, so badly.


Rasanya baru kemarin deh, gue masuk SMAN 33 Jakarta dan kenalan sama temen-temen baru (yang sekarang adalah temen-temen lama)(?), sekarang tau-taunya gue harus berpisah dari mereka semua. Sedih? Banget! 3 tahun itu sangat kurang lama buat menghabiskan hampir 50% waktu dalam sehari, bareng mereka. Masih banyak banget anak IPA yang mukanya aja gue gak familiar (gue anak IPS dan sering nyangka beberapa anak IPA seangkatan sebagai adik kelas-_-), gue belom pernah masuk laboratorium bahasa di sebelahnya laboratorium komputer (pernah sih sekali, buat ngumpulin voting ketua OSIS. Tapi cuma sekali seumur hidup gue di 33 & cuma sekitar 5 menit!), gue belom pernah ngutang di koperasi (ini sih sebenernya bagus ya..), dan lain-lain.


Oh iya. Jangan klik DISINI ya! (Dengan harapan lo akan mengkliknya. Udahlah, klik aja. Gak bakal nyesel..)



Salam rindu buat masa-masa SMA! ;’D





HADIAH dari post ini adalah........
Kelas sepuluh gue, X-3!

Kelas sebelas gue, XI-IPS 1!!

 Kelas dua belas gue, XII-IPS 3!!!

Daaaaaan, angkatan gue, 33-2012!!!!


P.S.
Gak suka hadiahnya?
Wah. HARUS SUKA, Bro.


P.P.S.
Gue memang sibuk.
 Sibuk merindukan kalian semua.

July 25, 2012

Kamu & Telingamu



Aku suka
saat kamu mendengarkan aku

Hingga muncullah
sebuah pertanyaan

Sebenarnya yang aku sukai itu
kamu atau telingamu?

Untunglah aku sadar
yang aku suka itu kamu!

Sebab didengarkan oleh telingamu,
akan jauh lebih bermakna

Ketimbang
didengarkan oleh telinga orang lain.

July 22, 2012

Sushi Rakyat


Hola.

Hari ini gue memesan @SushiRakyat (sushi yang menggunakan isian serba matang). Sebetulnya gue mau twitpic sesegera mungkin setelah abang-abang kurir mengantarkan sushi pesanan gue. Tapi atas hati yang baik bahwa teman-teman sedang berpuasa, gue menunda twitpic itu sampai adzan maghrib sudah berkumandang (gue baik, kan?).

Oke. Ini emang norak banget. Tapi akhir-akhir ini gue lagi ketagihan moto-motoin makanan. Yeah, semacam guilty pleasure. Tapi makanan yang gue foto hanyalah makanan yang ada di rumah gue, setelah gue take away atau setelah abang-abang delivery order mengantarkannya. Kalo gue makan di restorannya, gue tidak punya muka yang cukup tebal untuk melakukan hal tidak penting dan cenderung memalukan ini. MIHIHI. Gue biasanya juga me-mention account twitter yang merupakan penjual makanan itu. Kali aja mereka merasa senang dipromosikan oleh gue, lalu gue di-endorse makanan setiap hari. AMIN. AMIN BANGET.

Gue pengen me-review nih. Abis blog gue kayaknya gak ada reviewnya sama sekali. Jadi, sekali-kali boleh lah membuat post tentang review gue. Gak dosa, kan? O:)

Sushi pertama yang mampir ke lambung gue adalah Crabstick Sushi Roll (Rp. 12.500,-, isi 8). Rasanya lumayan. Sayurnya krenyes-krenyes tapi tidak berasa seperti sayur. Ada keju di tengahnya, dan tentu saja ada crabstick. Crabsticknya itu tidak terlalu istimewa. Cuma seperti crabstick yang sering kita temukan di dalam rebusan suki.

Kemudian, gue melahap Crazy Salmon (Rp. 27.500,-, isi 8). Gue kurang suka. Salmon memang lebih enak mentah daripada matang. Karena kurang menikmatinya, gue memberikan sisanya kepada adik. MUAHAHA.

Jeda sejenak. Di sore hari, jam buka puasa, saatnya Beef Cheesy Roll (Rp. 17.500,-, isi 8) dilumatkan oleh perut yang selalu lapar ini. Sebelumnya gue pernah mesen Beef Cheesy Roll juga, dan gue emang suka menu SushiRakyat yang satu ini. Isinya beef dan cheese (tentu saja). Ada sayurnya atau tidak, gue lupa. Yang jelas gak berasa sayurnya kalopun ada.

Kemudian di malam hari, gue mengendap-ngendap ke dapur kemudian mencomot Tempura Roll (Rp. 17.500,-, isi 8). Rasanya dingin, karena gue meletakkannya di dalam kulkas. Lumayan lah, rasa udangnya manis gitu dan ada mayonnaise-nya.

Tapi gue males fotoin satu-satu. Gue foto yang mereka barengan berempat. Dan sebenernya fotonya gak keliatan. BUAHAHAHA. Kalo kalian pengen liat menu-menu lainnya, klik DISINI untuk mampir ke blog SushiRakyat.
(Eh....kok, fotonya bener-bener gak jelas gini ya ternyata?)
(Yaudahlah setidaknya ada bukti yakan)
(Kan no pic, hoax)
(.....)

Yang jelas, bagi gue harganya masih mahal. Mungkin suatu saat ada SushiAnakKos? Yang harga per menunya gocengan doang? Wah, ditunggu!

July 21, 2012

Jatinangor


Hello!

Yesterday (July 17th-19th), I went to Jatinangor to fulfill the academic registration for Padjadjaran University. Then somehow I thought that living far from family will be soooooo hard. And thanks to my friends—especially those who stay further than me, for indirectly making me stronger. :”)



And fyi, at Jatinangor, there is no entertainment at all (yeah, maybe a little bit entertainment, but that’s not enough for me). You can only find restaurant(s), stationery shop(s), laundry(s), minimarket(s) and internet cafe(s). Mmm, maybe a mall, too, Jatinangor Town Square. Yeah, there is only one mall there, and that mall is so much different from malls I used to know at Jakarta. But please highlight this: I can go to the movies and watch a film for only IDR 20.000 at weekdays, also I can buy a soft drink and a regular popcorn for only IDR 11.000 (tax is included) (the only thing which makes me happier :P).


Now I’m trying to find the positive sides of being at Jatinangor. Maybe, because that town is lacking of entertainment, I can use all the time to study (a-sooooo-high dream!). And because I study all the time, I will gain very high GPA, then.........graduate as soon as possible! Yippie! I hope this dream will happen.

Sorry for being so exaggerate, btw. Well, the fact is I haven’t felt how university life is, yet. Maybe after discovering what the university life is, I will enjoy my days at Jatinangor.
 
Greeting from a colleger!