March 03, 2014

Where Have You Been? #2

Bulan Desember adalah bulan yang paling asik. Liburan di bulan ini sifatnya absolut (Natal dan tahun baru, of course!). Pada bulan Desember tahun 2013, gue berulang tahun lagi (lagi?). Umur gue sekarang adalah akhir dari fase 'belasan'. Setelah ini gue akan memasuki fase 'puluhan'. Serem..

There was nothing so-called-special in my 2013 age-changing. Emak-Bapak serta Adik tidak turut serta meramaikan seperti halnya tahun 2012 (even they later threw me a late surprise at home). Selain itu, pada hari yang sama gue harus menjalankan UAS pagi-pagi. UASnya susah pula. Huft banget.

Gue beli hape baru; Galaxy Mega. Awalnya mau beli iPhone tapi kalo gue bandingin speknya sih, gak terlalu beda. Hape baru gue ini gedeeee, 5.8 inches, susah dikantongin. Kayak di film-film Korea, ya? Kan hapenya pada gede-gede, tuh. Atau kayak di Masterchef? Itu loh, tempat motong-motong bahan makanan. Krik. Oke. Bye.

Ada juga satu mata kuliah yang mengganggu liburan dengan UAS tanggal 30 Desember. Tanggal segitu kan harusnya udah berbahagia liburan T_T untunglah Evan mengunjungi kosan dan menginap di sana sampai UAS kampret itu selesai (gak untung-untung banget sih, soalnya selama si gendut itu di kosan, kerjaannya kalo gak makan, ya jajan ...pake duit gue). Yay! Setelah ngarang UAS selesai, beres-beres kosan selesai dan makan selesai (tentu saja si gendut minta makan dulu), pada jam 3 sore kami bersama-sama menuju Cileunyi. Kampretnya, ternyata Cileunyi rame, sob. Primajasa yang kami nanti-nantikan selalu penuh. Kemudian muncul sebuah ide (yang ujung-ujungnya akan gue sesali- spoiler!) di otak gue: "Kenapa gak naik bis kosong yang ngetem aja?".

Adik gue yang tidak tahu apa-apa soal per-bis-an, nurut-nurut aja. Gue kira bis ini lebih murah dari Primajasa, tapi ternyata enggak. 70ribu berdua. Kami menghirup udara segar (ya, bis ini tidak ber-AC) dan merasa bahagia pada awal perjalanan. Hingga akhirnya.. rute bis mulai berubah. Bis itu keluar tol dan gak masuk-masuk lagi. Gue mulai khawatir, seinget gue bis-bis model gini emang keluar tol, tapi nantinya bakal masuk lagi ke tol Cipularang. Tapi ternyata bis kali ini enggak. Bis ini membawa gue dan adik gue melalui jalanan perbukitan berkelok-kelok yang bikin pusing dan pengen muntah. GAK TAUNYA BIS INI RUTENYA LEWATIN PUNCAK DONG! Ya, bayangin aja gimana macetnya Puncak di tanggal 30 Desember. :-)

Setelah tujuh jam lebih di dalam bis (kalo naik Primajasa, cuma 3-4 jam..), sampailah kami di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Terminal ini letaknya di ujung timur Jakarta, sementara rumah gue di ujung barat Jakarta—JAUH! Menunggu dijemput Bokap di terminal pada jam 10 malam lewat terdengar kurang aman, maka akhirnya gue dan adik gue naik taksi. 200ribu sampe rumah. Jam 11 malam lewat, barulah kami sampai di rumah. Ini adalah perjalanan paling ngenes sepanjang sejarah gue ngekos. Gue bertekad tidak akan pernah naik bis itu lagi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Tanda seru (bukannya 'titik' lagi)!

Maafkan aku yang pernah mencoba selingkuh darimu, Primajasa. Aku takkan berbuat begitu lagi.



<< Prev Part    |    Next Part >>

No comments:

Post a Comment