October 30, 2013

October 28, 2013

Maraton Independen

A-ha.
(masih dalam pencarian kata pembuka yang baik selain 'halo')

Selamat hari Sumpah Pemuda!

Apa kabar?
Gila. Maaf udah lama gak nulis..
(Sedihnya, setiap postingan gue selalu harus diawali dengan kata-kata yang setipe dengan 'maaf udah lama gak nulis'..)
Gimana dong... bantu aku Oom Jin.. bantu aku Tante Bidadari..

Jadi gini. Masih inget post berjudul Ketiga? APA??? L BILANG L LUPA?! G HAJAR YA L!
Di situ gue nulis kalo gue bakalan menceritakan film-film yang gue tonton dan dua film yang akan gue tonton. Dua film yang akan gue tonton itu tadinya Pacific Rim dan apa gitu gue lupa. Terus gue kelupaan nonton mereka sampe pada suatu titik dimana kedua film yang pengen gue tonton itu udah lenyap dari bioskop dan berakhir di toko dvd bajakan. Tapi gue tetep pengen nonton. Udah lama aja rasanya gak duduk di bangku bioskop. Jadi akhirnya gue nonton deh, meskipun bukan dua film yang awalnya gue pengen.
Seminggu nganggur di kosan (iya. Kampret bener nasib gue dosen pada bikin no class tapi gue deg-degan kalo pulang takut ada kelas..) membuat tekad gue bulat untuk melakukan Maraton Independen* (ditulis dengan huruf awal kapital karena merupakan ritual vital). Biasanya paling banyak juga gue maraton dua film. Nekat banget nonton tiga film sekaligus, Jatos sih nontonnya murah jadi kalap eke tolong orang-orang Jatos21 jangan baca ini dan tetaplah berpegang pada asas menonton murah(?); dan berakhir dengan teler di film ketiga. Dan karena kenekatan yang tergolong super niat itu, gue terdorong untuk menggambarkannya lewat kata-kata.

Gue akan secara baik hati berbagi pandangan gue tentang ketiga film tersebut, dimulai dari film dengan waktu pemutaran paling awal.


Escape Plan

Sejujurnya, gue jarang banget nonton film action. Yang doyan genre ini mah bokap gue. Tapi entah kenapa gue tergerak untuk menontonnya. Halah.
Gue memberikan 4 dari 5 bintang untuk film ini. Dan di film ini, Schwarzenegger beberapa kali terlihat cute (APA?) karena dia keliatan baik banget ngebantuin si Stallone.
Dan film ini mungkin suatu saat akan membantu gue untuk melarikan diri jika gue dipenjara (lho). Pokoknya, plotnya bagus. Adegannya komplit, ada yang mengharukan, pula. Ditambah twist di akhirnya. Semua bikin gue nggak nyesel milih nonton film action.
Yang jelas, jangan nonton film ini kalo lo gak suka nonton adegan-adegan berantem atau pukul-memukul yang parah. Sumpah, ngebayangin gue dipukul kayak begitu bikin gue ngeri dan berpikir kalo itu gue, pasti filmnya langsung abis di menit ke sepuluh, karena guenya keburu mati.


Gravity

Film ini, menurut gue, cuma cocok ditonton sebagai film 3 dimensi. Nonton film ini di bioskop dengan teater 2 dimensi bikin gue ngantuk..
Kenapa? Karena banyak banget adegan yang bisu. Gak ada musik, gak ada dialog (yaiyalah soalnya tinggal Bullock doang yang selamet ceritanya). Agak ngebosenin sih. Ehehe.
Dan sedih banget waktu Clooney-nya berkorban untuk Bullock dan pergi menghilang (soalnya peramai suasananya ya dia).
Ada beberapa adegan yang bikin lo cuma terfokus sama pemandangan doang, makanya gue menyarankan lo untuk nonton film ini dengan format 3 dimensi. Mungkin bakalan keren.
Terus, ada satu adegan yang membuat gue berpikir, "Kalo ini filmnya Disney, pasti air matanya Bullock bakal mengenai salah satu bagian dari kapal dan tiba-tiba, JRENG! kapalnya langsung bisa terbang."
Ah, mungkin 3,5 dari 5 bintang.


Manusia Setengah Salmon

Ternyata mencintai karya tertentu dari seseorang tidak berarti lo bisa mencintai seluruh karya buatan orang itu. Gue gak terlalu klik sama film-film Indonesia, bukannya gak nasionalisme, tapi mata gue emang selalu merem-merem ngantuk gitu. Soalnya rata-rata adegan film Indonesia gampang banget ketebaknya. Sepertinya karena gue adalah orang Indonesia juga.
I'll give 2 out of 5 stars.
Gue suka tulisan dan serial tv-nya si Radit, tapi filmnya, gue kurang suka. Menghibur sih sebenernya, mungkin ekspektasi gue terlalu tinggi. Overall, gue paling suka sama si supir bau ketek itu. Kalo yang main jadi adik-adiknya Radit, kaku banget, bikin bosen dan berharap adegan itu adalah adegan dalam dvd gocengan gue, yang bisa gue skip aja ke adegan lain.
Maafkan aku, Bang. Tapi aku akan tetap membeli buku terbarumu.


Duh. Harusnya gue bikin paper buat UTS Debating besok. Kenapa gue malah ngeblog disaat genting seperti ini? Apa postingan kali ini langsung gue terjemahin ke bahasa Inggris aja sebagai paper? Ah. Hidup memang penuh pilihan. *translate*

Ha-a.
(masih dalam pencarian kata penutup yang baik selain 'dah')


* Maraton Independen: n. Ritual wajib kaum tuna-asmara, menonton bareng........penonton lain seteater alias sendirian. Untuk menunjukkan bahwa kita bisa nonton dengan bayar sendiri tanpa perlu dibayarin sama pacasdfghjkl. Minimal 2 film, kalo lagi bosen boleh aja 3. Awalnya gue mau 4, malah, tapi film keempat judulnya 'Dendam Arwah Rel Bintaro' dan posternya bikin gue ilfil.

October 21, 2013

Rokok dan Indonesia


I am sad. And embarrassed. Will you feel the same? Watch this. Your 43 minutes will be worth it.

September 28, 2013

Hei Kamu


Actually I don't really get into Korean songs. I have ever listened to this song. But today, I just realized that I looove this song! I even search the lyrics & the meaning, then repeat this song over and over again. Feeling sorry to not feeling sorry for the person living beside my room in the boarding house(she should have been annoyed :p). Huahahahaha!

You can play the MV below.


For I am a very nice person, I will also give you the lyrics below so you can sing along. :D
(My favorite part is the 'dubab dubab' one!)


HEY YOU

Na honja michidorong neomaneul michidorong
Neol sarang-ha-go sarang-han geuge jalmoshiramyeon
Aniya aniya ikeon cheongmal aniya
Dudu durudu love again
Mae-il mae-il
Dubab dubab keo-reobwah
Du-ri geoddeon georireul keo-reobwah
Once again back again ge ringer ringer ringer ring
Haruharu monday tuesday better day
Tto useul keora-go wiirohae bojiman nae-gen neoppuniya

*
Goodbye darling hey you
Oh my darling hey you
Jugeul mankeum sarang-hae
Jebal nae-ge do-rawah jwo
Sarang-hanikka neoman anikka
Tashi hanbeon-man love forever
Duruduru durudu blah blah duruduru durudu no no
Once again back again
Beautiful beautiful beautiful one day
Duruduru durudu blah blah duruduru durudu no no
Sarang-haneun nal tteonajima

Na honja pabocheoreom neoks na-gan pabocheoreom
Neol sarang-ha-go sarang-han nae-ga jikyeowo-nna bwah
Kara-go kara-go neoneun ibyeo-reul marha-go
Dudu durudu love again

Oneuldo nan dubab dubab Bu-lleo bwah
Hamkke deuddeon noraereul bu-lleo bwah
Once again back again ge ringer ringer ringer ring
Bami sae-myeon monday tuesday better day da ijeul keora-go
Maebeon dajimhaedo nae-gen neoppuniya

(*)

G-g-go-od bye darling uh, oh oh oh my darling you
Yeah yeah yeah I'm ready now
Apeudajanha nan an dwehn-dajanha
Say oh-e-oh oh-e-oh say no no no no no no tell me why
Hey you

Goodbye darling hey you
Oh my darling hey you
Nae sarangi neol wonhae nae gaseumi neoman wonhae
Haengbo-khaet-deon nal keuri-un nallo
Dwehdo-ra-gallae love together

(Romanizations by: kpoplyrics.net)

September 09, 2013

Ketiga


Intro: Ketiga? Lo jadi orang ketiga? Emang udah ngerasain jadi tokoh yang pertama? #heningpanjang #tolongvitinibukaninstagramjadigakusahpakehastag

Tons of sorry for being such an irresponsible blogger.

Oke, udah berapa bulan gue nggak berkoar-koar disini? Satu? Dua? Tiga? Tolong jangan rajam aku..


Oh iya. Terima kasih ya buat siapapun yang mention, sms, bbm, nanya langsung, ataupun nanya di dalem hati perihal mengapa blog ini gue telantarkan berbulan-bulan. Aaaaah, I love you guys! Gue tau dalam lubuk hati kalian yang terdalam, kalian merindukan tulisan gue. *buang ingus*


Udahlah ya, lupain aja. Poin yang terpenting adalah kehadiran gue saat ini, bukan? *dihajar massa* Btw, selamat bulan September guys! Sejak bulan lalu, gue resmi punya adik angkatan. Serem? Iya. Kayaknya baru aja nyari-nyari kosan, eh tau-tau udah setahun mengembara di Jatinangor dan kosan dipenuhi maba yang tidak seangkatan sama gue. Intinya: gue udah bukan maba, gue udah semester tiga. Selain punya adik angkatan, gue juga lupa mengumumkan bahwa tahun ini gue kedatangan tiga orang adik sepupu baru—satu cowok dan dua cewek. Those babies (Puji Tuhan) gak nangis kalo gue gendong. Bangganya.. Gendong bayi itu enak, soalnya mereka itu wangi dan anget, kayak Dunkin Donuts baru dibeli. Yang penting sih jangan gendong mereka saat mereka gak pake pampers.


Akhir-akhir ini otak gue emang lagi sulit dioperasikan, mungkin karena liburan (yang kata orang-orang) kepanjangan? Menurut gue pribadi, tidak akan pernah ada liburan yang terlalu panjang. Gue mencintai liburan seperti hutan mencintai hujan. Terutama saat gue udah merasakan hidup jauh di sebuah ‘pedalaman’ bernama Jatinangor. Sumpah, gue nggak tau apakah ada orang yang pernah ngomong kayak gini, yang jelas kalo ada yang pernah ngomong, dia bener: You’ll never know what you have until you don’t have it anymore. Ya, tapi gak bener 100% sih, bener 50% aja. Soalnya, dari dulu, gue udah bersyukur bisa tinggal serumah dengan orang-orang yang dipilihin Tuhan buat jadi keluarga gue. Cuma, setelah tinggal jauh dari mereka—I still have them, anyway—gue jadi semakin bersyukur aja punya mereka. Gue bersyukur karena gue masih punya alasan untuk pulang ke Jakarta. Gue bersyukur karena gue masih bisa ngerasain kayak gimana rasanya kangen. Gue bersyukur karena gue masih punya orang-orang yang memacu semangat gue untuk bikin mereka bersyukur juga karena mereka punya gue.


Jujur, gue sering ngerasa bersalah sama orang-orang yang gue tinggalkan di rumah. Rumah pasti sepi atau mungkin rame karena mereka berpesta merayakan kepergian gue? Ah gak mungkin. Apalagi buat adik gue, gue sering ngerasa gak adil. Dulu, waktu gue seumuran dia, setiap gue bangun tidur, selalu ada dia. Setiap gue pulang sekolah, selalu ada dia. Gue ngerasa jahat karena sekarang, setiap dia bangun tidur, nggak selalu ada gue. Setiap dia pulang sekolah, nggak selalu ada gue juga. Sedih.. Tapi biarpun begitu, gue yakin, dengan adanya gue di tempat yang jauh dari dia saat ini, gue akan bisa memberikan dia sesuatu yang ‘lebih’ daripada sekadar kehadiran gue disaat dia bangun tidur atau pulang sekolah. Amin!

Buat maba Unpad yang barangkali nyasar ke postingan entah berantah ini; halo! Rame ya Jatinangor? Makanya doain gue cepet lulus dong, biar paling enggak oksigen di Nangor nggak habis karena jatah buat satu orang udah nggak diitung lagi berhubung orangnya pulang ke Jakarta. Muehehe. Buat maba-maba lainnya, selamat datang di kehidupan perkuliahan. Sudah berapa kali kalian berpikir pengen balik jadi anak SMA lagi?

Para maba menyerbu... (credit: PRABUnpad)


Makasih ya, buat siapapun yang dengan kehendaknya sendiri atau tidak (yang pasti dengan kehendak Tuhan), mampir dan baca-baca blog ini. Semoga gak nyesel dengan keputusan lo itu.

Pamit undur diri dulu. Sampai jumpa di cerita berikutnya, dimana gue akan menceritakan beberapa film yang gue tonton belakangan ini ditambah dua film yang baru 'akan' gue tonton. Jangan pernah lelah menunggu post baru di sini ya.

Adios!

July 17, 2013

Satu Tahun Merantau

Pada tanggal 17 Juli 2012, gue sedang merasakan bagaimana rasanya tidur tanpa si gendut Evan yang menemani dan tanpa AC juga, di sebuah kamar kos berukuran 4x3 meter persegi, di atas sebuah kasur selebar 80cm yang per-nya menusuk-nusuk kalo ditidurin.

Pikiran gue saat itu: Mampus. Kayaknya gue gak bakalan betah ngekos. Gak bisa..

Dan kenyataan berkata lain. Gue bisa, tuh. Dan sudah setahun gue melanjutkan hidup di kosan ini. Tanpa kosan ini, mungkin pantat gue udah ilang, terkikis oleh kursi Primajasa 10 jam sehari, karena harus bolak-balik Jakarta-Jatinangor. Kamu berjasa sekali, kosankuh.

Dalam satu tahun ini, gue melakukan banyak hal di dalam ruangan dengan cat belang-belang ini. Mulai yang dulu bersihin kamar seminggu sekali, sampe sekarang jadi bersihinnya kalo kepengen aja. Mulai yang dulu habis makan selalu cuci piring, sampe sekarang jadi cuci piring kalo piring buat makan udah nggak ada lagi. Mulai yang dulu mandi cuma sekali sehari, sampe sekarang mandi jadi teratur dua kali sehari (akhirnya ada perubahan positif juga..).

Satu tahun di Jatinangor yang panas sekali di siang hari dan dingin sekali di malam hari bagaikan Gurun Sahara, gue masih belum tau tempat-tempat di sini. Gue adalah 'kupu-kupu', kuliah-pulang-kuliah-pulang. Gimana ya, gue males aja kalo harus nongkrong-nongkrong dulu. Cupu abis, emang. Dan lagi.. bukannya pulang terus belajar, di kosan gue malah internetan sampe tengah malem. Bego abis, emang.

Yang jelas, gue sudah berhasil bertahan satu tahun di sini. Gak nyangka. I should treat myself at the maha-gaul place, Jatos, then. Bye!

May 03, 2013

Iron Man 3 dan Curhat

Hari Rabu(1/5) kemarin adalah hari dimana hedonisme (dan kemalasan) meraja pada diri gue.

Baru bangun pukul sebelas siang, kemudian bermalas-malasan di atas kasur sambil main game, tau-tau udah setengah satu, dan (puji Tuhan) mandi dulu, males-malesan lagi sebentar, baru berangkat. Bukan berangkat ke kampus, tapi berangkat ke satu-satunya mal di Jatinangor. Iya, tepat sekali; Jatos.

Awalnya gue berniat untuk movie marathon, secara.. Jatos21 tiketnya cuma dua puluh ribu perak buat sekali nonton. Film yang menarik hati ini adalah Iron Man 3 dan 9 Summers 10 Autumns. Tapi tiba-tiba ngerasa lagi males nonton film lokal, dan jadilah gue hanya menonton keseksian Robert Downey Jr di Iron Man 3.
Sialnya, gue nyampe pukul setengah dua, sementara film udah jalan dari pukul satu. Gue harus nunggu sampe pukul tiga sore. Pffft.

Untunglah ada restoran. Setelah beli tiket, gue melesat menuju Gokana Teppan. Pikiran gue saat itu adalah: Japanese Curry Rice, AAAA. Tapi giliran duduk, gue entah kenapa malah terpancing sama promonya Bakso Malang Karapitan (di Jatos, dua restoran ini emang digabung jadi satu. Entah kenapa). Jadilah gue memesan bakmi keriting ayam asin spesial dan coco purple. Tapi, berhubung gue gak mau bikin Gokana sedih, gue juga mesen seporsi hanenakami. Enak semuanya, tapi minumannya kemanisan. Duh, jadi laper. Gak sempet foto-foto makanannya, karena tau-tau udah abis. Jadi yang kefoto cuma....piringnya..... nih:

Setelah puas makan dan duduk-duduk sambil main internet (gak numpang wifi ya, soalnya di situ gak ada wifi. Gue bermodal kali. Santai dong, santai.), gue kembali ke Jatos21 dan membeli popcorn. Harga popcorn-nya 11 12 sama tiket. Wahaha, delapan belas ribu. Dipikir-pikir mendingan gue beli tiket satu film lagi, sih. Tapi... semua sudah terlambat. Oh ya. Lagi-lagi gue nonton sendiri. Siapa di sini yang udah baca post Nonton? Siapa yang udah nyoba nonton sendiri? Kalian luaaaar biasaaaa.

Sialnya.. lagi-lagi orang di sebelah gue bukanlah orang yang menyenangkan saat menonton. Sepasang remaja yang sedang dimabuk cinta, dengan bau keti yang agak nggak enak. Kayaknya mereka gak beli popcorn. Kasian. Mungkin kalo cowoknya nonton sendiri, dia bisa beli popcorn. Tapi karena harus bayarin ceweknya.... *pukpuk*

Pokoknya, gue agak sebel. Bukan iri, ya! Camkan!! Si cewek nanya-nanya mulu.
"Lah? Si Tony Stark-nya kemana?"
"Hah? Dia mati nggak ya?"
"Loh? Kok ceritanya jadi gini?"
...dan sebagainya. Si cowok diem aja. Bagus sih sebenernya, kalo si cowok jawab, kayaknya mereka bakalan ngobrol berdua. Sepertinya si cowok nggak jawab, antara sedih gak bisa beli popcorn karena harus ngebayarin si cewek, nggak tau harus jawab apa, atau.. mulai muak dan berpikir untuk minta putus sehabis nonton. Waduh. Sori, sori. Semoga langgeng ya Aa dan Teteh, maapin saya.
Btw untunglah si cewek nggak ikutan nyanyi waktu ada soundtrack-nya.

Pokoknya Iron Man 3 keren! Meskipun gue nggak ngikutin yang pertama dan kedua, gue tetep ngerti. Recommended, guys! Gak usah takut nggak ngerti, gue aja ngerti. Di film ini bakal ada banyak ledakan. Gue sedih, ngeliat banyak robot yang rusak di film ini. Tapi gue seneng, soalnya film ini bikin gue nggak pengen ngatain atau nyari-nyari kesalahannya. Setiap gue melihat sebuah adegan dan berpikir, 'lah kok gini....', eh tiba-tiba adegan selanjutnya menjawab pertanyaan gue. Jadilah gue cuma bisa senyum-senyum sendiri, berpikir bahwa si sutradara sepertinya sepemikiran dengan gue. Muahahaha.

Cuma katanya sih, sehabis credits bakal ada 'sesuatu'. Tapi berhubung gue udah males duluan, gue buru-buru keluar studio. Kalo ada yang tau apa 'sesuatu' itu, share dong di comment box. Penasaran juga sebenernya, nyari di Yutup yang keluar malah yang aneh-aneh. -___-

Hidup nonton sendiri!
Jangan bayarin tiket buat pacar!
Biarkan pacar Anda hidup mandiri dengan membayar tiketnya sendiri!
Pergunakan uang Anda untuk beli popcorn saja!

Salam sejahtera.

April 18, 2013

Hari Gini, Nyontek?

Another unproductive day.

Hari ini seharusnya UTS matkul Paper Presentation jam tiga sore. Udah mandi (akhir-akhir ini gue jadi rajin mandi, loh), pake baju rapi, dateng ujan-ujanan dan mati-matian melawan rasa males, eh..... begitu nyampe kampus, dosennya entah kenapa membatalkan UTS itu. Huft banget. Sayang banget bajunya. Besok gue pake lagi lah......
Dan gue baru saja menghadiri acara evaluasi Makrab Sasing'12. Waktu dibilang anak-anak dekor gak ada di tempat waktu siap-siap beberapa jam sebelum acara karena ada kelas di bawah jam dua belas, awalnya gue mau protes, karena kayaknya gue bolos kelas di bawah jam dua belas. Eh... gue lupa, kalo pada hari itu, gue bolos bukan karena siap-siap, tapi karena gue baru bangun tidur jam setengah satu siang. Dan langsung ada kelas jam satunya.. Aku khilaf. :")

Btw selamat ya adik-adik kelas tiga SMA yang hari ini selesai menempuh Ujian Nasional. Gimana? Gampang, kan? Ngerjain sendiri tanpa nyontek juga 'kecil', kan? Sekarang libur deh lo tiga bulan... (iri) Semoga lulus ya, adik-adik. Dan buat yang mau melanjutkan studi ke Unpad, gue tunggu ya. :-D

Di post kali ini, gue mau ngebahas tentang 'nyontek'.

Sumber: DISINI.

'Menyontek adalah kecurangan yang dilakukan untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan cara yang tidak halal.' demikian satu dari banyak pengertian tentang 'menyontek' yang gue dapatkan dari KajianPustaka.com. Selain itu, ada juga yang bilang 'Menyontek adalah pembodohan'. Gue setuju. Menyontek adalah bibit kebodohan.

Dan gue baru aja nemu draf yang gue bikin pada tanggal 18 April 2012. Yak. Tepat setahun yang lalu! Begini isinya:


Halo

Hari ini hari ketiga Ujian Nasional. Sisanya tinggal besok, pelajaran Geografi dan Sosiologi.

Dan puji Tuhan semesta alam, sampai detik ini gue gak nyontek sama sekali. Ye! Emang harusnya gini kan. Prinsip gue, nilai ujian itu nilai dunia, tapi kejujuran itu nilai di akhirat nanti. Jadi, buat apa nyontek biar nilai di dunia ini bagus, padahal nyontek sendiri itu menjelekkan nilai di akhirat. Serem, kan? Makanya, jangan nyontek.


Kalo boleh jujur, gue gak terlalu suka sama orang yang hobi nyontek. Apalagi orang yang berserah sepenuhnya bukan ke Tuhan, tapi ke contekan. Idih. Ya, gue tau, Ujian Nasional itu emang penting, menentukan lulus atau tidak lulus. Tapi bukan berarti melegalkan kegiatan contek-menyontek, kan?


Dan yang lebih menyedihkan adalah, guru yang mendorong anak didiknya untuk nyontek. Namanya disamarkan menjadi Mawar. Nah, jelang UN, Bu Mawar datang ke kelas lalu berkata dengan kata-kata yang mendukung kegiatan contek-menyontek, gue lupa seperti apa yang jelasnya. Gue gak nyangka banget ada guru yang membenarkan kegiatan salah semacam menyontek. Sejak saat itu gue jadi gak punya respect lagi sedikitpun sama dia. Nah! Manusia seperti Bu Mawar inilah yang harus direhabilitasi pola pikirnya kalo mau Indonesia bebas ‘hama’. Nyontek itu korupsi kecil-kecilan. Dan kita tau peribahasa, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Awalnya mungkin korupsi dengan menyontek. Nanti? Korupsi duit rakyat. Amit-amit..


Gue bukannya mau temen seangkatan gue ada yang gak lulus. Tapi, kenapa harus nyontek? Tiga tahun di SMA masa sih gak ada ilmu yang nyangkut di otak? Dan, kalo orang kayak gue aja (yang gak ikut bimbel, jarang PM, sering gak ikut pelajaran, dan lainnya) bisa ngerjain ujian tanpa nyontek, kenapa kalian enggak? 

Gue mau kita lulus bareng-bareng, tapi pake cara jujur. Mungkin jalan pikiran ini kolot, tapi kalo kita berkomitmen untuk tidak melakukan dosa, Tuhan pasti bantu kita, kok. Dan gue yakin, Tuhan gak akan mempermalukan umatNya yang berada pada jalanNya. Amin?


TIDAK untuk nyontek!

Oh ya, jika di luar sana ada guru-guru lain yang berpola pikir seperti Bu Mawar, semoga segera dipulihkan Tuhan.

Hahaha. Jadi pengen balik ke masa itu lagi, deh. Agak heran juga, soalnya tepat tanggal segitu gue besoknya masih UN, tapi sempet aja bikin draf ginian di laptop. Bukannya belajar.... Tapi mending gini sih, daripada malem-malem nyiapin contekan. Cupu abis, gak punya nyali buat percaya sama kemampuan diri sendiri. Hahaha, kasian, jadi iba.. :") (Bukannya jahat, gue cuma ngerasa orang yang nyontek itu pantes kok buat dikatain. Apakah ada yang ngerasa jalan pikiran gue ini salah? Silakan dibenerin deh kalo gitu..)

Kalo ada yang tersinggung sama post ini, saran gue: Tobat gih! Gue juga pernah kok ngerasain nyontek. Gak enak, dihantui perasaan bersalah, dan nilai sempurnapun gak bikin gue bangga. Tapi itu dulu banget dan (puji Tuhan) cuma sebentar. Sekarang gue udah tobat. Kalo kalian (yang masih nyontek sampe sekarang), kapan tobatnya? :-)

Kalo quote-nya Catatan Akhir Sekolah, bunyinya kayak gini: (well, gak berlaku sih buat orang yang nyonteknya nyalin punya orang.)
Saya gak pernah nyontek. Soalnya nyontek itu gak efektif. Ketika kamu buat contekan, otomatis kamu juga ngapal. Jadi ngapain nyontek
 Hari gini, nyontek?

April 17, 2013

Pamer

Hari ini adalah hari paling tidak produktif sejauh ini. Gue baru berhasil tidur jam setengah lima pagi dan baru bangun jam satu siang. Untunglah hari ini tidak ada kuliah maupun UTS. Bangun tidur, gue nyalain laptop dan belum dimatiin sampe sekarang. *pukpuk laptop*
Bodohnya, gue tidak berpikiran untuk belajar buat UTS. Gimana ini..... gue gak mau semester dua se-naas semester satu. Doain UTS gue ya temen-temen.. :-|

Daripada gak produktif sama sekali, gue memutuskan untuk membuat posting baru. Two posts in a row nih muehehe. Gue mau pamerin yang baru di kamar gue; dua buah poster dan satu set wallsticker;




Sekarang tembok kamar kos nggak sepi-sepi banget. Mihihi. Btw, satu set wallsticker itu harganya cuma tujuh ribu lima ratus rupiah di toko alat tulis deket kosan gue. Untung gue nggak tergiur untuk beli di online shop yang jual dua puluh ribuan. Fyuh. Dan sebenernya dalam satu set wallsticker itu ada yang bentuknya menara Eiffel. Tapi begitu gue pasang.... kamar gue mendadak jadi terlalu... aneh. Di bayangan gue, yang suka Paris-Parisan itu ya cuma cewek-cewek yang kadar 'cewek'-nya kebangetan, yang dari garskin sampe binder semuanya motif Paris. Gue merasa awkward ngeliat stiker Eiffel itu, jadi gue copotin deh. Dan jadi keren.

Akhir-akhir ini gue sedang senang sekali main Nyanicorn, game yang seperti game anak-anak, tapi asyikkkkkkkk. Mau coba? Klik: Nyanicorn. Sejauh ini skor gue yang paling tinggi baru 30.000an. Sedih.

Dan.... late post sih, tapi ini gue masukkan foto ulang tahunnya Nyokap gue pada tanggal 12 April silam. (Happy birthday!!!!!<3)



Di ultah Nyokap itu, gue akhirnya beliin kado yang agak mahal. Soalnya sekarang gue dapet duit bulanan, lumayan lah bisa nabung sedikit-sedikit. Biasanya sih gue selalu beli di Gramedia atau Intermedia, entah itu buku resep atau apalah. Tapi kemaren gue belinya gak di Gramedia, tapi Lazada. Web yang jual barang secara online ini emang trusted banget. Kado Nyokap datang dalam keadaan sehat walafiat. Gratis ongkos kirim, pula. :P

Oke. Udahan dulu. Jadi hari ini ceritanya gue mau tidur di bawah jam 12 malem. See you in the next post, soon!

Makrab Sasing'12: We Survived 2012

Duh.
(Gue gak mau memulai post ini dengan kata 'halo', terlalu cliche.)

Sejak awal bulan April 2013, gue kayak kesetanan tiap malem. Mata selalu menolak untuk membiarkan gue beristirahat. Gue biasanya baru 'diizinkan' beristirahat oleh mata gue di atas jam tiga pagi. Selalu begitu kira-kira enam hari dalam setiap minggu. Is it what we call 'insomnia'? Hahahaha, (semoga) bukan. Soalnya insomnia itu serem pake banget. Insomnia yang sebenernya bisa dilihat di link INI. Jadi, buat adik-adik atau kakak-kakak yang jam setengah sebelas malem aja udah nge-tweet "Duh, insomnia...", plis dibuka link-nya, dan segeralah kembali ke jalan yang benar. Karena setiap melihat tweet atau status facebook seperti itu, gue jadi suka ngatain dan ngetawain kalian. Gak mau kan, gue terus-terusan bikin dosa? :(

By the way, makrab yang gue ceritakan di post sebelum ini, sudah selesai dan berhasil! Meskipun acaranya diganggu oleh kehadiran hujan yang turun membasahi Jatinangor sepanjang acara (dan entah kenapa baru berhenti setelah acara selesai), tapi menurut gue, overall, lancar-lancar aja. Yang hadir kemarin, untungnya, tidak memilih untuk pulang melainkan tetap menonton. Ada yang hujan-hujanan (seperti gue), ada pula yang berteduh di bawah payung, meskipun mungkin ada yang memakai payung yang bukan miliknya, buktinya.. payung gue ilang, setelah diambil tanpa izin oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. The only upcoming meeting of this event is the evaluation, which will be held at April 18th. Nih, sebagai koordinator divisi dekorasi, gue lampirkan foto dekorasi panggungnya;

Untuk melihat foto asli dari pemiliknya silakan klik DISINI.

Gimana? Ini pertama kalinya gue 'ngacak-ngacak' kampus, tepatnya di Blue Stage-nya FIB Unpad Jatinangor. Kalo kalian liat, di foto itu, di kayu penyangga drum ada tulisan 'FASA'. Itu bukan kayu yang dicuri(hah, dicuri....?) dari fakultas lain, kok. Soalnya, dulu FIB namanya Fasa, alias Fakultas Sastra, sampai akhirnya Fasa ganti nama jadi FIB, alias Fakultas Ilmu Budaya, pada tanggal 5 Januari 2012. Puji Tuhan tidak terdengar oleh telinga gue komentar jelek untuk dekorasi ini. Tidak terdengar, ya. Kalo yang ngatain dekorasi ini di dalem hati sih, gue gak mau tau.

Oh, iya. Gue lupa ngasih tau. 'Makrab' adalah akronim dari 'Malam Keakraban' (in case ada yang nggak tau). Yang jelas, makrab ini adalah Makrab Jurusan Sastra Inggris angkatan 2012. Nama acaranya We Survived 2012 (Bukan bermaksud nyombong, tapi cuma bangga aja, karena nama ini adalah nama yang gue usulkan saat rapat panitia inti pada suatu sore di bulan Maret 2013, gak nyangka bakalan dipake beneran *nangis terharu*). Jadi, intinya adalah angkatan 2012 berhasil bertahan dan selamat dari kiamat palsu ramalan mantan istrinya Dhani, Maya (OKE. INI KRIK. KRIK BANGET). Makanya, dekorasi yang diterapkan adalah bertema apocalypse. Seperti yang terlihat di foto, di atas panggung ada tulisan 2012 yang pake font film 2012. Terus, ada meteor. Dan kalo kalian hadir di acara itu, kalian bisa melihat dari dekat bahwa gedung-gedung mini itu rusak; ada yang bolong, ada yang hangus, dan ada yang patah juga.

Well, jadi koordinator divisi, bikin gue dapet pengalaman baru. Gue jadi lebih kenal sama anak-anak Sastra Inggris 2012, terutama anak-anak dari divisi paling keren yaitu dekorasi. Bikin properti-properti yang terlihat di foto (tulisan 2012 dan meteor dari sterofoam, gedung-gedung dari kardus.) mau nggak mau membuat kami ketemu melulu sampe bosen dari 5 April sampai hari H, 11 April. Sekarang banyak orang yang kalo ketemu gue, senyum. Dan otomatis gue ikutan senyum. Dan senyum bisa membuat kita sehat. Nggak percaya? Klik link INI; ada penjelasan dari detikHealth tentang manfaat senyum di situ. Huehehe. Dan tidak hanya senyum, beberapa orang juga menyapa gue. Gue ngerasa berhasil beradaptasi. Ya, meskipun ini udah hampir setahun, tapi gue bersyukur, soalnya gue dinyatakan 'Tidak Baik' dalam beradaptasi oleh sebuah Psikotest yang pernah gue ikuti.

Oh iya, satu hal yang pasti dari menjadi koordinator: pulsamu akan habis. Yap. Pulsa gue habis, buat ngejarkomin info-info ke anak-anak dekor yang jumlah keseluruhannya 17 orang. Belom lagi kalo tiba-tiba ada info tambahan atau ralat, harus ngejarkom berkali-kali. T_T Tapi, untunglah semakin hari anak-anak dekor makin solid, dan makin punya kesadaran untuk dateng on time. Dan anak dekor juga punya foto di ID card yang paling keren. Muahahaha. Ini gue lampirkan penampakannya;

Dan tidak ada divisi lain yang foto ID card-nya satu badan dengan pose yang sama. B-)

Dengan ikutan jadi bagian dari kepanitiaan Makrab Sastra Inggris 2012: We Survived 2012, gue nggak merasa kapok untuk ikut lagi dalam kepanitiaan. Capek, sih. Tapi capek gue ilang kok setelah semua panitia berkumpul, naik ke panggung, dan dihujani tepuk tangan (meskipun tepuk tangan dari panitia itu sendiri). Kegiatan gue selanjutnya adalah ngurusin acara Paskah KBK FIB Unpad, karena gue masuk menjadi panitia dalam divisi acaranya. Ditunggu ya, kabar kesuksesan acaranya! Muahahaha.

Sampai jumpa di post selanjutnya! Selamat subuh, saya tidur dulu, ya.

April 04, 2013

Kesibukan Maret 2013

Halo, sesuai dengan janji gue pada post sebelumnya, di post ini gue akan menjelaskan apa saja kesibukan gue di bulan lalu, sampe-sampe nggak bisa ngepost.

Dan jawabannya adalah.......................... nggak ada.

Semua kesibukan yang seharusnya udah lewat dari bulan Maret itu, pada mundur ke bulan April. Daripada gue ngulur-ngulur waktu dan baru cerita bulan Mei, gue menyempatkan diri untuk menulis malam ini. Iya, khusus buat kalian para pembaca budiman dimanapun kalian berada.

Pertama. Seharusnya gue melaksanakan Makrab Sasing 2012 sebagai panitia di divisi dekorasi. Namun karena beberapa alasan, acara yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2013 tersebut diundur ke tanggal 11 April 2013. Padahal gue udah bahagia membayangkan bulan April tanpa dihantui bayang-bayang Makrab...... #okesip

Kedua. Seharusnya gue melaksanakan pengambilan gambar, atau istilah terkenalnya, syuting. Gue bergabung dengan salah satu UKM di fakultas gue sekarang, dan UKM itu bergerak dalam dunia perfilman. Sebagai script writer teladan, gue membuat naskah sesuai dengan ide cerita teman seangkatan gue dengan ngebut. Ya, namanya juga film pendek, sih.. Naskah itu udah siap dan matang pada tanggal 12 Maret 2013, loh. Seharusnya syuting dilakukan pada tanggal 20 Maret 2013. But then, another shit happens. Diundur menjadi tanggal yang masih belum jelas. Pokoknya kalo itu film jadi, gue (pasti) bakalan pamerin di sini dan sekalian gue berikan naskahnya, siapa tau ada yang pengen ngeliat naskah film itu kayak gimana, cuma sekedar mau berbagi. Tapi tunggu filmnya rampung dulu, ya! Ini gue berikan hadiah logo UKM gue:

Ketiga. Ini sih bukan merupakan hal yang gue undur, malah gue kebanyakan ngejalanin hal ini di bulan Maret. Iya. Gue kebanyakan pulang. Awalnya, gue bertekad untuk hanya pulang ke Jakarta satu kali dalam satu bulan. Bulan lalu gue pulang dua kali.. I broke my own promise, yet I didn't feel sorry. :p

Oh iya. Adik kesayangan gue menderita penyakit tipes sejak Kamis, 28 Maret 2013. Sampai post ini dibuat, dia masih dirawat di RSPI. Gue mohon doa kalian untuk kesembuhan my luph, ya, teman-teman sekalian. Gak perlu doa, deh. Kalian ngucapin, 'Semoga cepet sembuh ya adiknya Evita' di dalam hati pada saat ini juga aja, gue udah berterima kasih. :'D

 Infusannya pake stiker beruang..

Udah. Yang bikin gue males ngepost bulan Maret sebenernya cuma tiga itu aja. Kecewa karena 'kesibukan' gue tidak sesibuk yang kalian kira? Maapin saya, ya. Sebagai bonus, gue memberikan kuis menarik yang asyik dan sering sekali kita mainkan sewaktu mudakecil. Lumayan, bisa nostalgia dan iseng-iseng berhadiah, gratis pula. Tinggal klik---> KUIS BONUS.

Sampai disini dulu, ya. Sampai jumpa di lain waktu. Maap juga, pikiran lagi keruh, lagi gak bisa bikin post bagus-bagus. :')

March 20, 2013

Minal 'Aidin wal-Faizin


Hah? Emangnya ini suasana Lebaran, Vit?
Enggak, enggak. Jangan pada negative thinking, dong. (Negatif apanya?)

Lewat post ini, saya mau mohon ampun, bahwa selama bulan Maret saya gak akan ngepost apa-apa (kecuali ini, iya, iya.) dikarenakan kesibukan yang sungguh terpampang nyata, bukan khayalan, dan bukan lain di mulut lain di hati. (Bingung? Silakan cek instagram-nya Syahrini DISINI untuk mendapatkan hiburan gratis.)

Nanti, saat muncul kembali di Bulan April, saya akan memberitahukan kalian semua kesibukan saya, gak perlu ketik reg segala, saya kasih geratistististis langsung dari leptop saya.


See you!

P.S.
Bonus gambar berisi tulisan tangan saya & seperdua ibu jari saya ada di bagian atas post.

February 26, 2013

Bermain dan Menonton



Halo.
Maaf lama nggak ngepost. Gue khilaf. Ampun.
Maklum, gue sebenernya lagi berasa agak sibuk, karena gue harus bikin sebuah naskah film untuk UKM gue di Unpad. Ceritanya tentang senyuman. Tapi, karena cerita dari gue itu belum matang (bahkan naskahnya belom gue selesaikan), kemarin (25/2) gue membuat naskah baru dari cerita punyanya senior di UKM. Jadi, dia ceritain, dan gue menjadikannya naskah. Dan naskah itu jadi dalam kurang dari dua jam (kurang ajar banget kan, giliran cerita sendiri, naskahnya gak jadi-jadi). Ayo bilang wow!
Judul post ini kayak judul lagu barunya Maliq ya.... (Itu mah Berlari dan Tenggelam.....) KRIK!

Oh ya. Kemaren (21/2) gue pulang ke Jakarta dan menghabiskan empat hari tiga malam di sana. Sangat tidak cukup. Gue butuh lebih—sangat lebih, daripada itu.

Di hari Jumat (22/2), gue bermain bersama teman-teman seperjuangan di SMA (Amay, Anita, Atika, Atil, Pupuk), di CL. Pertemuan kali ini bener-bener nggak direncanakan, spontan, dan begitu aja, tiba-tiba jadi. Padahal, dari dulu, kita sering banget bikin janji dan ujung-ujungnya nggak jadi. Pupuk udah jadi cemob (cewek mobil) yang handal. Meskipun waktu masuk mol, ngambil karcis parkirnya harus turun dari mobil dulu, tapi dia berhasil melewati tantangan dari Atika (<-- cewek yang membuat kami nyasar): ngelewatin pasar antah berantah. Kami makan di Pizza Hut, dan waktu mau mesen pake perhitungan ekonomi dulu dari Atil & Anita yang notabene merupakan mahasiswi yang 'masih' belajar Matematika sampe sekarang. Yang laen udah lupa caranya ngitung (mungkin kecuali Pupuk, dia kan anak guru Matematika)! Dan jangan lupakan eye contact yang tercipta antara Amay & abang-abang tukang gali di jalan belakang CL. Mereka masih 98% sama! 2%-nya itu, mereka udah beda, sekarang gak ada yang pake seragam putih abu-abu dan ke 33 setiap Senin sampai Jumat. Itu aja. :')

Oke. Bukan itu yang mau gue bahas. Jadi, di CL, kami menonton Rectoverso, sebuah film produksi Indonesia. Dari film itu, menurut gue yang berhasil ‘ngena’ itu, ya cerita pertama, Malaikat Juga Tahu. Bercerita tentang Abang, seorang pemuda penderita autis dengan quote-nya (quote?) “Senin putih rabu gelap”, “Kurang satu! Kurang satu!” atau “Seratus sempurna, kamu satu, lebih, lebih sempurna”. Bahkan, beberapa penonton nangis di klimaks cerita ini (well done, Lukman Sardi!). Yang lainnya belum bisa ‘ngena’ menurut gue. Firasat, bercerita tentang cewek yang semacem kena sindrom Final Destination gitu. Bagian taman dengan bangkunya, menurut gue klise abis. Ngapain gitu, baca buku aja harus goes sepeda jauh-jauh sampe ke taman sepi? Bangkunya bagus, sih. Cerita Cicak Di Dinding, menurut gue cerita dewasa, dengan adegan-adegan yang tidak terlalu bisa dinikmati oleh mata dan jiwa gue. Ditambah lagi gue geli sama cicak! Kalo Curhat Buat Sahabat, jujur, membosankan bagi gue. Karena sesuai judulnya, isi cerita itu.... ya, curhat. Curhat mulu, nangis mulu, ditelponin mulu. Yang terakhir, Hanya Isyarat, bikin gue pengen main air di pantai.

Dan pandangan gue tentang film Indonesia lagi-lagi tidak berhasil diubah oleh film ini. Jadi, sampai saat ini menurut gue, film Indonesia itu terbagi dua. Yang satu, film-film yang kelasnya tinggi—yang bikin gue pusing karena nggak ngerti dan suka pake kata-kata puitis. Yang satu lagi, film-film yang kelasnya rendah—yang bikin gue ogah nonton dan hobinya masukin adegan panas (yang bukannya bikin panas, malah bikin sakit mata). Gue rasa, gue butuh film yang kelasnya menengah. Bukan standar loh ya, dan bukan film-film yang ngejiplak film luar juga. Kelas menengah di sini adalah, ya film.... mm, gue gak menemukan kata yang tepat. Ya, pokoknya gitu, lah. Tau deh. (Hah?)

Setelah nonton Rectoverso, gue kok jadi ngerasa kalo film Indonesia yang berkualitas biasanya berbentuk seperti cerita pendek yang dipotong-potong dan digabung-gabung, ya? Kayak Cinta Setaman, misalnya. Atau paling enggak, terdiri dari cerita pendek yang ternyata punya hubungan, semacem Berbagi Suami. I am still waiting for Indonesian movies to change my thoughts about them. Gue sih maunya, film buatan gue sendiri, yang ngubah pola pikir gue sendiri. :p

Gimana? Pola pikir kalian sama nggak kayak pola pikir gue? Atau guenya aja yang terlalu aneh? Feel free to share your thoughts about Indonesian movies here, friends! Doain semoga produksi film pendek gue lancar, ya (it will be started in March 1st!).

See you soon!


P.S. Buat yang mau nonton Rectoverso, perhatiin bagian Abang kabur buat nyari sabun, deh. Awalnya, bajunya dimasukin rapi, terus keluar, terus masuk lagi. :p
P.P.S. Pintu kamar kos di kos-kosan Ibunya Abang, mirip pintu kamar kos gue! (Penting banget, Vit..)
P.P.P.S. Semua judul film Indonesia yang gue tulis di post ini bagus. Rectoverso, Cinta Setaman, and Berbagi Suami; you guys have to watch them all. Terutama Berbagi Suami.