July 25, 2012

Kamu & Telingamu



Aku suka
saat kamu mendengarkan aku

Hingga muncullah
sebuah pertanyaan

Sebenarnya yang aku sukai itu
kamu atau telingamu?

Untunglah aku sadar
yang aku suka itu kamu!

Sebab didengarkan oleh telingamu,
akan jauh lebih bermakna

Ketimbang
didengarkan oleh telinga orang lain.

July 22, 2012

Sushi Rakyat


Hola.

Hari ini gue memesan @SushiRakyat (sushi yang menggunakan isian serba matang). Sebetulnya gue mau twitpic sesegera mungkin setelah abang-abang kurir mengantarkan sushi pesanan gue. Tapi atas hati yang baik bahwa teman-teman sedang berpuasa, gue menunda twitpic itu sampai adzan maghrib sudah berkumandang (gue baik, kan?).

Oke. Ini emang norak banget. Tapi akhir-akhir ini gue lagi ketagihan moto-motoin makanan. Yeah, semacam guilty pleasure. Tapi makanan yang gue foto hanyalah makanan yang ada di rumah gue, setelah gue take away atau setelah abang-abang delivery order mengantarkannya. Kalo gue makan di restorannya, gue tidak punya muka yang cukup tebal untuk melakukan hal tidak penting dan cenderung memalukan ini. MIHIHI. Gue biasanya juga me-mention account twitter yang merupakan penjual makanan itu. Kali aja mereka merasa senang dipromosikan oleh gue, lalu gue di-endorse makanan setiap hari. AMIN. AMIN BANGET.

Gue pengen me-review nih. Abis blog gue kayaknya gak ada reviewnya sama sekali. Jadi, sekali-kali boleh lah membuat post tentang review gue. Gak dosa, kan? O:)

Sushi pertama yang mampir ke lambung gue adalah Crabstick Sushi Roll (Rp. 12.500,-, isi 8). Rasanya lumayan. Sayurnya krenyes-krenyes tapi tidak berasa seperti sayur. Ada keju di tengahnya, dan tentu saja ada crabstick. Crabsticknya itu tidak terlalu istimewa. Cuma seperti crabstick yang sering kita temukan di dalam rebusan suki.

Kemudian, gue melahap Crazy Salmon (Rp. 27.500,-, isi 8). Gue kurang suka. Salmon memang lebih enak mentah daripada matang. Karena kurang menikmatinya, gue memberikan sisanya kepada adik. MUAHAHA.

Jeda sejenak. Di sore hari, jam buka puasa, saatnya Beef Cheesy Roll (Rp. 17.500,-, isi 8) dilumatkan oleh perut yang selalu lapar ini. Sebelumnya gue pernah mesen Beef Cheesy Roll juga, dan gue emang suka menu SushiRakyat yang satu ini. Isinya beef dan cheese (tentu saja). Ada sayurnya atau tidak, gue lupa. Yang jelas gak berasa sayurnya kalopun ada.

Kemudian di malam hari, gue mengendap-ngendap ke dapur kemudian mencomot Tempura Roll (Rp. 17.500,-, isi 8). Rasanya dingin, karena gue meletakkannya di dalam kulkas. Lumayan lah, rasa udangnya manis gitu dan ada mayonnaise-nya.

Tapi gue males fotoin satu-satu. Gue foto yang mereka barengan berempat. Dan sebenernya fotonya gak keliatan. BUAHAHAHA. Kalo kalian pengen liat menu-menu lainnya, klik DISINI untuk mampir ke blog SushiRakyat.
(Eh....kok, fotonya bener-bener gak jelas gini ya ternyata?)
(Yaudahlah setidaknya ada bukti yakan)
(Kan no pic, hoax)
(.....)

Yang jelas, bagi gue harganya masih mahal. Mungkin suatu saat ada SushiAnakKos? Yang harga per menunya gocengan doang? Wah, ditunggu!

July 21, 2012

Jatinangor


Hello!

Yesterday (July 17th-19th), I went to Jatinangor to fulfill the academic registration for Padjadjaran University. Then somehow I thought that living far from family will be soooooo hard. And thanks to my friends—especially those who stay further than me, for indirectly making me stronger. :”)



And fyi, at Jatinangor, there is no entertainment at all (yeah, maybe a little bit entertainment, but that’s not enough for me). You can only find restaurant(s), stationery shop(s), laundry(s), minimarket(s) and internet cafe(s). Mmm, maybe a mall, too, Jatinangor Town Square. Yeah, there is only one mall there, and that mall is so much different from malls I used to know at Jakarta. But please highlight this: I can go to the movies and watch a film for only IDR 20.000 at weekdays, also I can buy a soft drink and a regular popcorn for only IDR 11.000 (tax is included) (the only thing which makes me happier :P).


Now I’m trying to find the positive sides of being at Jatinangor. Maybe, because that town is lacking of entertainment, I can use all the time to study (a-sooooo-high dream!). And because I study all the time, I will gain very high GPA, then.........graduate as soon as possible! Yippie! I hope this dream will happen.

Sorry for being so exaggerate, btw. Well, the fact is I haven’t felt how university life is, yet. Maybe after discovering what the university life is, I will enjoy my days at Jatinangor.
 
Greeting from a colleger!

July 12, 2012

Baik


Halo!
Gue habis dari Jatinangor lho, kemarin, ke tempat gue akan menghabiskan beberapa tahun ke depan sambil menuntut ilmu di Universitas Padjadjaran, Sastra Inggris. Semoga cepet wisuda ya gue, doain!!!
Jatinangor itu.... dingin! Puncak mah kalah dingin. Lucky me, gue tidak perlu mencari kos-kosan ber-AC. Gue berencana menghabiskan satu tahun ke depan di sebuah kos-kosan bernama Wisma Yonita, Ciseke. Too bad, di sana tidak tersedia wi-fi. Paling-paling gue bakal sering ke Jatos buat wifi-an. Selamat datang kehidupan serba irit!!!!!


Oh ya. Sekedar iseng. Barusan gue membuka twitter gue. Di timeline, ada sebuah tweet yang kurang lebih berbunyi:
Buat apa jadi orang baik, tapi tetep dibilang jahat. Mendingan jahat, jahat aja sekalian!
Bukannya bermaksud menggurui atau gimana, gue cuma mau memberikan opini gue soal berbuat baik. Diharapkan tidak membuat pihak manapun tersinggung. :-)

Menurut gue, hanya karena seseorang bilang kalo lo jahat, bukan berarti lo bisa menjadi jahat juga. Bingung? Jadi gini... sebut saja si A. Kalo emang pada dasarnya A emang mau berbuat baik, omongan orang seperti itu tidak akan bisa membuat A jadi tidak berbuat baik. Kalo hanya karena omongan seperti itu A menjadi jahat, berarti dari awal A emang tidak berniat untuk berbuat baik.

Lebih-lebih lagi, kita itu berbuat baik buat siapa sih? Kalo gue pribadi, gue melakukan hal yang gue anggap baik itu ya buat menyenangkan hati Tuhan. Karena tujuan gue seperti itu, mau dibilang orang-orang jahat atau apapun, gue tidak akan goyah, apalagi gue tau memang berbuat baik itu bakal menyenangkan hatiNya. Dengan pondasi seperti itu, gue tidak akan sakit hati meskipun niat baik gue tidak disenangi orang—gue lebih peduli sama apa kata Tuhan dibandingkan kata orang-orang sedunia.

Seperti kata-kata yang gue kutip dari retreat terdahulu; “Kita adalah apa kata Tuhan, bukan apa kata manusia”. Kalo menurut Tuhan itu baik dan benar, buat apa lagi sih, peduli sama kata orang-orang? Manusia—teman, sahabat, pacar, bahkan keluarga lo sendiri—selalu memiliki kesempatan untuk membuat lo kecewa. Tapi yakin deh, Tuhan itu selalu menyenangkan hati lo & tidak akan pernah membuat lo kecewa. Berarti yang paling asik itu ya, selalu dekat sama Tuhan. :-}

Sekian dulu ya. Mohon maaf bila ada pihak yang tersinggung. Mungkin dengan posting ini pihak tersebut bisa mengurungkan niatnya untuk menjadi jahat, kali ya. Soalnya dunia ini butuh orang baik, bukan orang jahat. Jadilah yang berguna untuk dunia dengan cara mudah—berbuat baik!

Selamat malam!

July 07, 2012

Surprise!


I DON’T KNOW HOW MANY TIMES I SHOULD THANK GOD. HE SAVES ME ALL THE TIME! ENDLESS THANKS FOR YOU, GOD. REALLY:-)
Hi, there!
God has just saved me again, you should know this fact. SAYA LOLOS SNMPTN!!!

...Yah, meskipun pilihan kedua, tapi ini rasa senengnya gak habis-habis sampai sekarang lho!

Gimana gak seneng.....anak semalas dan sesantai gue, bisa diterima sebuah perguruan tinggi negeri sekelas Universitas Padjadjaran
Hmm, apalagi sih nama yang tepat buat kondisi ini selain kuasa Tuhan?

Awalnya, gue mendaftar SNMPTN jalur undangan. Dan........gue ditolak. Yah, namanya juga anak asal-asalan, gue memilih pilihan yang sama saja dengan bunuh diri. Jurusan yang gue pilih di jalur undangan, keempatnya adalah jurusan favorit. Gue pun terdepak. Sempat sedih sih, tapi kesedihan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Gue lalu mencoba untuk bangkit. Yeah! Di SNMPTN jalur tertulis, gue mulai realistis, memilih jurusan yang (istilahnya) sesuai lah sama kemampuan gue. Dan Tuhan menghargai ke-realistis-an gue ini. Mihihihuhahehahehohihuhehehehe (ketawa sangat bahagia, makanya agak tidak jelas).

Gue ingat bagaimana debaran jantung gue jelang pengumuman kelulusan SNMPTN. Rasanya kayak ngobrol sama Hitler. Ngeri. Hari itu, 6 Juli 2012 (Ya, pengumuman SNMPTN dimajukan sehari dari jadwal seharusnya), kira-kira jam tujuh malem (Ya, gue sedang tidak ada di rumah), gue masih di jalan pulang dari rumah nenek bersama adik gue. Sempet ke Alfamart juga, beli hansaplast dan es krim. Menuju rumah, gue berkata dalam hati, ‘Tuhan.... apa aja yang Tuhan kasih, Evita terima kok, Tuhan. Kalo masuk, ya terima kasih banget, tapi kalo enggak masuk, Evita bakalan tetep cinta sama Tuhan, kok.’. Yap. Gue pasrah sepasrah-pasrahnya. Dan.................aduh mau nangis nih gemeteran banget waktu ngeklik ‘Cari’, dan yang keluar....


Senang sekali rasanya, sekarang kalo ditanya kuliah dimana, bisa menjawab, “DI UNPAD!” dengan mantap. Kalo ditanya jurusan apa, gak bingung-bingung lagi, sudah bisa menjawab, “SASTRA INGGRIS!” dengan mantap. (Ini seakan-akan yang nanya komandan angkatan perang, ya..)

Tapi rasa senang ini bakalan kalah sama rasa senang nanti, waktu teman-teman yang belum lolos SNMPTN lainnya, sudah berhasil masuk perguruan tinggi negeri lewat jalur mandiri. Ditunggu ya, teman-teman! Kalian pasti bisa bikin saya tambah seneng! (Emang apa untungnya bikin gue seneng?) (Ya...... adalah untungnya........ mungkin.)